Sunday, June 16, 2019
Home News Enterprise Intel Sediakan Solusi Teknologi Transportasi Perkotaan

Intel Sediakan Solusi Teknologi Transportasi Perkotaan

-

IMG_20161109_205605
Jakarta, Selular.ID – Produsen prosesor komputer Intel ternyata juga menyediakan solusi untuk berbagai industri sejak dekade silam. Namun tahun ini Intel sangat fokus menggarap Industry Solutions Group-nya untuk global. Fokus utama Intel dalam penyediaan solusi adalah teknologi transportasi.

Hal itu disampaikan Harry K Nugraha selaku Country Manager Intel Indonesia pada acara bincang-bincang-bincang Intel bersama media dengantema ‘Solusi Teknologi bagi Kehidupan Perkotaan’ di Jakarta.

Harry menyampaikan bahwa Jakarta sebagai ibukota Indonesia bisa menjadi barometer kota-kota lain di Indonesia. Pembangungan Light Rail Transit (LRT) yang dijadwalkan mulai beroperasi tahun 2018 akan menciptakan budaya baru kepada para komuter.

“Dua tahun lagi, LRT beroperasi. Transportasi Jakarta bisa saling terintegrasi antar LRT, Commuter line, Trans Jabodetabek, Shuttle bus, jalan tol, lahan parkir, dan lain-lain. Jakarta bisa menuju intelligent mobility society jika pemerintah bisa menciptakan kebijakan yang membangun kea rah tersebut,” kata Harry (9/11/2016).

Selain dari sisi kebijakan, Harry menitikberatkan perlu adanya partnership di antara perusahaan-perusahaan teknologi untuk berkolaborasi membangun solusi transformasi transportasi tadi ke arah smart city. Juga yang tidak kalah penting adalah dilakukannya sentralisasi data.

Intel sendiri, telah berkolaborasi dengan perusahaan transportasi se[perti pembuat mobil, para supplier, komunitas akademis, dan kota-kota di seluruh dunia untuk mewujudkan mobilitas pintar (intelligent mobility), yang antara lain terdiri dari autonomous driving, manajemen armada pintar (smart fleet management), dan sistem transportasi pintar (intelligent transportation systems). Mobilitas pintar didorong oleh teknologi Internet of Things (IoT), Big Data, dan Komputasi Awan.

Menurut Harry, teknologi sudah mulai memainkan peran kunci dalam memecahkan tantangan transportasi urban. Intel percaya bahwa pengunaan inovatif dari teknologi terkini bisa mempercepat berkembangnya “mobilitas pintar” yang akan menimbulkan digitisasi dan sistem efisien untuk menggerakan manusia dan barang.

Moda transportasi baru, mulai dari layanan berbagi tumpangan kendaraan, atau ride-sharing, hingga mobil tanpa pengemudi, bermunculan karena adanya teknologi seperti konektifitas internet dan smartphone. Teknologi-teknologi tersebut telah membuka pintu untuk “Internet of Things”, sebuah dunia dimana informasi dan layanan sangat disesuaikan dengan kebutuhan setiap pribadi.

Kini, transportasi urban bisa berbentuk sistem yang berfokus pada warga perkotaan. Sistem ini memperbanyak pilihan mobilitas, memungkinkan warga untuk berpindah dari satu titik kota ke titik lainnya dengan berjalan atau menggunakan transportasi umum, pribadi, atau pinjaman. Sistem ini juga menggabungkan barang dan jasa pendukung, seperti bahan bakar dan tempat parkir.

Namun, transportasi urban, mulai dari jalanan sampai kerta dan bus, masih diatur oleh berbagai institusi pemerintah dan organisasi pribadi yang tidak saling terhubung. Inilah yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga kota besar. Sejak awal tahun 2000, berbagai pemerintah mulai menyadari pentingnya bagi kota untuk berfokus pada cara memperbaiki kenyamanan setiap individu, meningkatkan kolaborasi, dan meninggikan efisiensi.

Intel memiliki visi akan adanya kerangka mobilitas pintar, yang mencakup tranformasi dalam lima area yang didorong oleh teknologi:
• Layanan mobilitas: Layanan bahan bakar dan parkiran yang lebih pintar
• Transit publik: Sistem tiket dan informasi generasi berikut
• Pengaturan lalu-lintas: Pengaturan sinyal dan persimpangan, pusat pengendalian lalu lintas
• Tanda identifikasi dan pembayaran: Pembayaran tol dan pengidentifikasian kendaraan secara digital
• Infrastruktur aman: Deteksi insiden, pemantauan jembatan, pengawasan video

Infrastruktur tersebut disokong oleh sistem teknologi yang menangkap, menyimpan dan menganalisa data kritis untuk mendapatkan pemahaman yang bisa digunakan saat mengambil keputusan. Data ini bisa dibagikan keseluruh sistem untuk memungkinkan tanggapan responsif dan prediktif tanpa melupakan keamanan dan privacy level tinggi.

“Intel memiliki visi bahwa solusi-solusi ini bisa bekerja bersama untuk meningkatkan nilai mereka. Solusi yang terbuat dari teknologi dan perangkat berbasis open standard akan mendukung integrasi dan ekspansi. Solusi-solusi ini sebaiknya dirancang bersama, idealnya melalui kemitraan publik dan pribadi, agar solusi yang ditawarkan bisa berdampak luas,” ujar Harry.

Visi ini hanyalah permulaan, lanjut Harry, masyarakat saat ini berada di ambang batas “revolusi industri keempat” dimana dunia fisik dan digital akan benar-benar menyatu. Kota yang hari ini berpikir tentang transportasi secara digital akan menjadi pusat urban yang bergelora di masa depan.

Belum lama ini, Intel resmi mengumumkan sejumlah kolaborasi dalam industry transportasi. Pembuat mobil terkemuka bergantung pada teknologi Intel untuk menjalankan sistem informasi dan hiburan dalam kendaraan, sistem imaging, dan sistem navigasi. Intel telah bekerjasama dengan BMW, Hyundai, Infiniti, Jaguar Land Rover, Kia, Lexus, dan Toyota untuk hal ini.

Kemudian di 2016, BMW Group, Intel, dan Mobileye telah mengumumkan kemitraan untuk merealisasikan konsep self-driving vehicles. Model BWW iNext akan menjadi fondasi dari strategi autonomous driving milik BMW Group, selain basis dari produksi armada kendaraan fully autonomous pada 2021.

Latest