Tuesday, August 20, 2019
Home News Wah! Ribuan Pengguna Android Termasuk di Indonesia Jadi Korban Trojan Ini

Wah! Ribuan Pengguna Android Termasuk di Indonesia Jadi Korban Trojan Ini

-

cyber securityJakarta, Selular.ID – Popularitas game Pokemon Go didompleng oleh penjahat cyber untuk melancarkan aksinya. Berdasarkan laporan terbaru Kaspersky Lab, disebutkan bahwa pihaknya menemukan aplikasi baru yang berbahaya di Google Play Store bernama “Guide for Pokémon Go” yang mampu merebut hak akses root pada smartphone Android dan menggunakannya untuk menginstal /uninstall aplikasi serta menampilkan iklan yang tidak diinginkan.

Aplikasi ini disebut telah diunduh lebih dari 500.000 kali, dengan setidaknya 6.000 infeksi yang sukses. Kaspersky Lab pun telah melaporkan Trojan tersebut kepada Google dan aplikasi tersebut telah dihapus dari Google Play.

Fenomena global Pokémon Go mengakibatkan semakin banyak bermunculan aplikasi terkait dan, mau tidak mau, juga meningkatkan minat dari para penjahat siber. Hasil analisis Kaspersky Lab terhadap Trojan “Guide for Pokémon Go” menemukan kode berbahaya yang dapat mengunduh rooting malware, mengamankan akses ke inti Android OS untuk keperluan instalasi aplikasi serta penghapusan dan tampilan iklan.

Trojan ini memiliki beberapa fitur menarik yang digunakan untuk melewati deteksi. Sebagai contoh, Trojan tidak segera beraksi setelah korban membuka  aplikasi untuk pertama kalinya. Sebaliknya, Trojan akan menunggu pengguna ketika menginstal atau menghapus aplikasi lain, kemudian memeriksa untuk melihat apakah aplikasi tersebut berjalan pada perangkat atau pada mesin virtual. Jika aplikasi tersebut berurusan dengan perangkat, Trojan akan menunggu selama dua jam sebelum memulai aktivitas berbahayanya. Meskipun demikian, infeksi belum pasti akan diluncurkan. Setelah terhubung dengan command server dan meng-upload rincian perangkat yang terinfeksi, termasuk negara, bahasa, model perangkat dan versi OS, Trojan akan menunggu respon balik. Hanya jika mendengar respon balik maka Trojan akan melanjutkan dengan perintah selanjutnya yaitu mengunduh, menginstal dan mengimplementasi modul malware tambahan.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa control server dapat menghentikan serangan yang berlangsung jika diinginkan – melewati para pengguna yang tidak ditargetkan, atau yang Trojan curigai misalnya saja sandbox / mesin virtual. Hal ini memberikan lapisan perlindungan tambahan bagi malware.

Setelah hak rooting diaktifkan, Trojan akan menginstal modul ke dalam sistem folder dari perangkat, diam-diam menginstal dan menghapus aplikasi lain dan menampilkan iklan yang tidak diinginkan kepada pengguna.

Analisis dari Kaspersky Lab menunjukkan bahwa setidaknya ada satu versi lain dari aplikasi Pokémon Guide berbahaya yang tersedia di Google Play Store pada bulan Juli 2016. Lebih jauh, para peneliti telah melacak kembali setidaknya sembilan aplikasi lain yang terinfeksi oleh Trojan yang sama yang tersedia di Google Play Store pada waktu yang berbeda sejak Desember 2015.

Data kami menunjukkan bahwa telah ada lebih dari 6.000 infeksi yang sukses hingga saat ini, termasuk di Rusia, India dan Indonesia. Namun, karena aplikasi ini berorientasi pada pengguna berbahasa Inggris, orang-orang dalam geografi tersebut, dan banyak lagi, juga cenderung menjadi korban.

“Di dunia online, dimana pun pengguna berkumpul, maka para penjahat siber dengan cepat selalu mengikuti. Tidak terkecuali Pokémon Go. Korban Trojan ini mungkin, setidaknya pada awalnya, tidak menyadari adanya peningkatan yang menjengkelkan dan mengganggu dari iklan, tetapi implikasi jangka panjang dari infeksi bisa menjadi jauh lebih berbahaya. Jika Anda telah terinfeksi, maka ada orang lain di dalam ponsel Anda yang memiliki kontrol atas OS dan semua yang Anda lakukan dan menyimpan di dalamnya,” kata Roman Unuchek, Analis Malware Senior, Kaspersky Laboratorium.

Lebih lanjut Roman mengatakan meskipun aplikasi ini telah dihapus dari Play Store, setidaknya ada hampir setengah juta orang di luar sana yang rentan terhadap infeksi – dan kami berharap pengumuman ini akan mengingatkan mereka untuk segera mengambil tindakan.

Pengguna yang merasa khawatir jika perangkat mereka kemungkinan terinfeksi, maka harus menginstal solusi keamanan yang bisa diandalkan di perangkat mereka. Sementara bagi mereka yang sudah terinfeksi, cara terbaik untuk menghapus rooting malware adalah untuk mencadangkan semua data dan mengatur ulang perangkat ke pengaturan pabrik.

Latest