IMG_20160927_29571Jakarta, Selular.ID – Kehebatan pengembang aplikasi dalam negeri semakin diakui global. Belakangan ada dua aplikasi buatan lokal yang diajak Google menjadi peserta akselerator global mereka.

Dua aplikasi itu yaitu Jarvis Store dan Kakatu. Keduanya diundang ke Google Launchpad Accelerator di kantor pusat Google selama dua minggu dan peroleh grant US$50.000 (sekitar Rp700 juta).

Jarvis Store adalah mitra Program Indigo Creative Nation pada program tahun 2013 sementara Kakatu mulai tahun 2014. Di dalamnya ada inkubator, akselerator dan injeksi modal, ini menjadi pionir pembinaan start up di Indonesia sejak tahun 2009.

Kedua aplikasi itu tersebut telah dipublikasikan keterlibatannya langsung oleh Vice President Product Management Google Caesar Sengupta dalam sebuah kegiatan Google di Jakarta, baru-baru ini. Keduanya mengalami program akselerasi selama dua pekan pada Juni lalu di kantor pusat Google di Silicon Valley, Amerika Serikat.

BACA JUGA:
Pengguna Gmail Capai 1,5 Miliar

Frianto Moerdowo (Toto), CEO Jarvis Store, mengatakan, dirinya bisa terpilih Google Launchpad Accelerator antara lain dikarenakan berkat andil program Indigo yang telah membuka ruang pemasaran layanan secara massif. Sepanjang tahun ini dilakukan roadshow pemasaran sampai ke 300 kota. Hal ini memungkinkan produknya diakses pasar hingga 25.000 klien dengan pertumbuhan hingga 600%.

BACA JUGA:
Sargo dan Bonito Smartphone Google Versi Murah?

“Buat kami, keduanya ini saling melengkapi. Pada program Indigo, kami memperoleh ilmu tentang pasar lokal sementara di Gooogle Launchpad Accelerator mengajarkan tentang jejaring global, tampilan muka, pengalaman pengguna, dan estimasi pengguna,” ungkap Toto.

Jejaring global dikarenakan saat mentoring bertemu dengan para pengambil kebijakan di Google dan pimpinan start up lainnya. Tampilan muka (user interface/UI) maupun pengalaman pengguna (user experience/UX) diarahkan berbasis data dan riset, bukan intuisi semata, sehingga dampak ke produk menjadi signifikan.

“Jadi, selain dikenalkan dengan ekosistem yang sangat kuat, kami juga tahu seperti apa UI dan UX yang bagus. Bahkan, kami memperoleh mentoring tentang bagaimana estimasi produk yang baik untuk 100.000 user, 1 juta user, hingga ratusan juta user,” katanya.

BACA JUGA:
Google Kembangkan Teknologi eSIM untuk Semua Smartphone Android

Muhamad Nur Awaludin, CEO Kakatu menambahkan, pihaknya sepulang dari Google, merasa sangat terasa terbantu dengan metode pengembangan produk dari segi UI/UX dan teknologi. Terutama konsep kekinian, yakni Google Design Spirit, yang menjadi dasar pengembangan Kakatu ke depannya.

Dia juga merasa memperoleh masukan signifikan terkait sisi wirausaha, yang dikiranya lemah di sisi model bisnis, ternyata belum teguhnya product market fit mereka.