Thursday, December 5, 2019
Home News Benarkah Pemindai Iris Mata di Samsung Galaxy Note 7 Lebih Aman?

Benarkah Pemindai Iris Mata di Samsung Galaxy Note 7 Lebih Aman?

-

Samsung-galaxy-Note-7Jakarta, Selular.ID – Seperti diketahui, baru-baru ini Samsung resmi merilis Galaxy Note 7, yang salah satu keunggulannya datang dari teknologi pemindai iris mata yang tersemat di smartphone ini. Dengan sensor biometrik ini, diharapkan dari sisi keamanan smartphone ini bakal lebih mumpuni. Benarkah demikian?

Menanggapi perihal keamanan teknologi yang mulai dipergunakan oleh banyak vendor teknologi, Principal Security Researcher, Kaspersky Lab, David Emm pun angkat bicara memberikan opininya.

“Pemberitaan bahwa teknologi terbaru iris scanner dari Samsung Galaxy Note 7 menandai langkah berikutnya dalam teknologi biometrik, di mana sekarang ini para vendor teknologi mengklaim bahwa sensor biometrik dapat meningkatkan baik itu dari sisi pengalaman dan keamanan dari pengguna perangkat mobile. Namun, pada kenyataannya adalah dengan semakin meningkatnya penggunaan teknologi biometrik maka akan muncul kebutuhan dari sisi keamanan yang lebih tinggi lagi,” kata David.

Sebagai contoh, ujar David, tidaklah sulit untuk mengkompromikan biometrik milik orang lain, seperti scan sidik jari dan iris mata,  bahkan hal tersebut dapat dilakukan dari jarak jauh. Sebuah spesialis biometrik dari Jerman Jan Krisller, yang menjadi terkenal dengan aksi peretasan Apple TouchID, baru-baru ini menemukan cara untuk menyalin iris dan sidik jari dari foto beresolusi tinggi.

Lebih lanjut, David juga menilai bahwa biometrik juga memiliki kebutuhan untuk mempertahankan basis data biometrik yang besar serta informasi pribadi dari pengguna. Oleh karena itu, setiap pelanggaran keamanan yang mengakibatkan kebocoran informasi ini bisa memiliki konsekuensi yang jauh lebih serius daripada pencurian, misalnya, password: bagaimanapun juga, kita bisa mengubah password yang lemah, tetapi kita tidak bisa mengubah scan sidik jari atau iris yang berhasil dikompromikan.

Selama beberapa tahun ke depan kita hanya bisa menduga bahwa penggunaan teknologi biometrik ini akan semakin luas dan menjadi respon terhadap permasalahan keamanan yaitu penggunaan metode otentikasi yang ada saat ini – seperti bahaya yang melekat pada password yang lemah dan/atau re-cycle. Pada saat yang sama, kita juga berharap untuk melihat tren biometrik ini mengalami peningkatan – khususnya dalam pengembangan bio-hack.

“Jelas, biometrik bukanlah obat mujarab bagi masalah keamanan. Pada akhirnya, otentikasi multi-faktor menjadi penting – artinya gunakan biometrik bersama dengan password atau cara lain untuk memverifikasi identitas Anda. Ini berarti menggabungkan lebih dari satu item baik itu sesuatu yang Anda tahu, sesuatu yang Anda miliki dan sesuatu yang ada pada diri Anda untuk memverifikasi identitas Anda,” tutupnya.

Latest