Kamis, 18 Juli 2024
Selular.ID -

Industri Data Center Indonesia Tumbuh 70 Persen

BACA JUGA

data center

Jakarta, Selular.ID – Beberapa tahun terakhir, Indonesia mengalami pertumbuhan dan inovasi di industri data center. Sebuah studi bahkan memperkirakan bahwa nilai investasi total secara keseluruhan para perlengkapan dan solusi data center di Indonesia pada tahun 2020 mendatang akan mengalami peningkatan yang signifikan hingga lebih dari 70% jika dibandingkan dengan perkiraan nilai investasi di tahun 2016. Proyeksi yang positif tersebut mendorong industri untuk mampu tumbuh mengikuti perkembangan kebutuhan dan nilai investasi.

Guna mendukung peningkatan tersebut, salah satu penyedia layanan informasi B2B, DatacenterDynamics (DCD), pekan lalu menyelenggarakan acara DCD Converged Indonesia Conference and Expo ke-5 di Jakarta.

Fokus utama dari acara ini adalah pembahasan mendalam tentang pertumbuhan dan inovasi di industri data center di Indonesia. Selain itu, dalam acara ini DCD juga membagikan laporan hasil studi “Indonesia’s Data Center Market Overview and Forecasts 2014 – 2020”, yang diadakan oleh DCD Intelligence (DCDi) sebagai bagian dari inisiatif Global Data Center Census.

Lebih dari 500 tenaga ahli dunia dan lokal dipertemukan di acara ini, membahas tentang kesiapan infrastruktur IT Indonesia untuk melangkah maju demi mendorong pertumbuhan positif di industri, dengan nilai investasi rata-rata yang diproyeksikan akan mencapai hingga US$ 850 juta di tahun 2020, atau terjadi kenaikan lebih dari 70% jika dibandingkan dengan perkiraan nilai investasi di tahun 2016 (US$ 480 juta).

Di tahun 2020, studi memproyeksikan bahwa kebutuhan lahan untuk data center akan mencapai hingga 375.000 meter persegi atau meningkat 29% dari proyeksi kebutuhan di tahun 2016 (290.000 meter persegi), dengan kebutuhan energi listrik yang mencapai 475 MW (megawatt) atau meningkat 44% dari proyeksi tahun 2016 (330 MW).

Vincent Liew, General Manager South East Asia, DatacenterDynamics, mengatakan para pelaku industri IT dunia takjub melihat pertumbuhan pasar di Indonesia, dan juga tingginya hasrat para pemain lokal dalam mengikuti perkembangan teknologi di industri. Akan ada banyak tantangan yang menghadang di depan, seperti ledakan data, regulasi yang semakin ketat, dan juga biaya tambahan yang harus dikeluarkan karena adanya inovasi yang disruptif.

Nah, melalui acara tersebut, DCD berharap bisa memberikan dukungan kepada komunitas lokal untuk mampu menghadapi tantangan di atas dengan cara memfasilitasi para pelaku industri lokal untuk terhubung dengan dukungan berupa teknologi, ilmu pengetahuan, dan juga kemampuan yang dimiliki oleh para pemain dari luar negeri.

Vincent menambahkan, beberapa contoh nyata yang sudah terlihat sekarang ini adalah meningkatnya jumlah perusahaan yang mengalih-dayakan infrastruktur mereka kepada para penyedia colocation. Dan, demi meningkatkan kemampuan, banyak perusahaan lokal yang telah menjalin mitra dengan operator data center terkemuka di dunia, seperti NTT Communications, Equinix, dan Telstra.

Hasil studi dari DCD Intelligensce (DCDi) mengonfirmasi arah pergerakan industri yang disebutkan oleh Vincent. Menurut hasil studi, semakin banyak end-user, terutama para pengambil keputusan di bidang e-commerce dan sektor finansial, akan menanamkan investasi mereka pada colocation dan outsourcing.

Nilai investasi di kedua area ini diprediksi akan mencapai hingga US$ 320 juta di 2020 atau meningkat sekitar 83% dari proyeksi tahun 2016 (sebesar US$ 175 juta).

Setelah menyelenggarakan event di Indonesia, selanjutnya DCD akan kembali mengumpulkan komunitas dan para profesional di bidang IT dan data center dari berbagai wilayah di Asia Tenggara di Singapura pada tanggal 14-15 September 2016.

Sebagai perwujudan komitmen untuk industri, DCD menyediakan kesempatan gratis bagi para tenaga ahli di Indonesia untuk belajar dan menjalin hubungan dengan para ahli yang nantinya akan berkumpul di Singapura.

 

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU