Tuesday, June 18, 2019
Home News Security Prediksi Tren Kejahatan Siber 2016

Prediksi Tren Kejahatan Siber 2016

-

Ilustrasi (sumber: dailystormer.com)
Ilustrasi (sumber: dailystormer.com)

Jakarta, Selular.ID – Ancaman siber di tahun ini diprediksi bakal semakin ganas. Menurut para ahli Kaspersky Lab, di tahun 2016 Advanced Persistent Threats (APT) akan menghilang dan digantikan oleh ancaman yang lebih berbahaya lagi dan bahkan semakin sulit untuk dideteksi dan ditelusuri kembali ke asal muasal pelaku dari serangan tersebut.

Dalam Prediksi 2016 ini, para ahli mengungkapkan bahwa ‘Ancaman’ masih tetap ada, tetapi konsep ‘Advanced’ dan ‘Persistent’ akan hilang untuk mengurangi jejak yang tertinggal di sistem terinfeksi. Para penjahat siber juga akan lebih mengandalkan off-the-shelf malware untuk meminimalkan biaya yang harus mereka keluarkan.

Prediksi 2016 Kaspersky Lab ini disusun oleh 42 pakar keamanan yang berasal dari Global Research and Analysis Team (GReAT), dan tersebar di seluruh dunia. Masing-masing anggota berkontribusi memberikan keahlian mereka yang unik dan, pada tahun 2015 saja, wawasan serta kecerdasan mereka menghasilkan laporan publik terperinci mengenai 12 aktor APT.

Para ahli Kaspersky Lab memprediksi di tahun 2016, kita akan melihat:
1. APT Menghilang, Diganti Ancaman Yang Lebih Berbahaya dan Sulit Terdeteksi. Seperti yang telah dijelaskan di atas bahwa akan ada perubahan dramatis dalam struktur serta cara beroperasi dari APT.

2. Tindak Kejahatan Melalui SmartTV dan/atau Mesin Pembuat Kopi. Popularitas ransomware akan semakin meningkat dengan penggunaan Trojan perbankan dan diprediksi akan semakin meluas ke area yang baru seperti perangkat OS X, dimana perangkat ini kebanyakan dimiliki oleh para target yang dianggap kaya sehingga akan lebih menguntungkan penjahat siber. Selain itu perangkat mobile dan Internet-of-Things juga dijadikan target.

3. Model Pembayaran Terbaru. Sistem pembayaran alternatif seperti ApplePay dan AndroidPay, serta bursa saham akan menjadi target empuk bagi serangan cyber keuangan dan akan terus dikembangkan oleh para penjahat siber.

4. Membocorkan Kehidupan Pribadi. Pada 2015 kita melihat kenaikan jumlah DOXing, serangan berupa public shaming serta pemerasan, semua orang mulai dari Hactivists hingga negara menggunakan strategi penyebarluasan foto-foto pribadi, informasi, daftar pelanggan, dan kode untuk mempermalukan target mereka. Sayangnya, Kaspersky Lab melihat bahwa praktek seperti ini masih akan terus meningkat secara eksponensial pada tahun 2016.

“Di 2016 kita akan melihat evolusi yang signifikan dari keahlian tradecraft dalam spionase cyber, dimana para aktor ancaman canggih ini berupaya meminimalkan biaya dengan memanfaatkan kembali malware yang tersedia secara komersial dan menjadi lebih mahir dalam menyembunyikan peralatan canggih, infrastruktur, serta identitas mereka dengan cara menghilangkan sifat terus-menerus (persistence),” kata Juan AndrĂ©s Guerrero-Saade, Senior Security Expert, Global Research and Analysis Team, Kaspersky Lab.

LIVE BLOG: PELUNCURAN OPPO RENO

Oppo Reno series mengedepankan kamera, performa dan juga daya tahan tahan baterai.

Latest