BerandaNewsDi Tiongkok, Perusahaan Tech Wajib Serahkan Kunci Enkripsi

Di Tiongkok, Perusahaan Tech Wajib Serahkan Kunci Enkripsi

-

china-flagJakarta, Selular.ID – Mematuhi hukum yang berlaku bisa menjadi perihal rumit bagi perusahaan yang beroperasi di beberapa negara sekaligus. Suatu tindakan yang dianggap legal di satu negara, bisa jadi ilegal di negara lain.

Perusahaan-perusahaan teknologi di Amerika Serikat tampaknya akan berhasil menentang permintaan pemerintah setempat untuk menyerahkan data enkripsi atau memberikan kunci kepada pihak berwenang. Sementara di Tiongkok, lain cerita.

Dilansir Selular.ID dari situs Ubergizmo (27/12/2015), menurut undang-undang yang baru-baru ini disahkan, perusahaan teknologi yang beroperasi di negara itu diwajibkan menyerahkan kunci enkripsi produknya ketika diminta oleh aparat berwajib.

Aturan baru itu dikatakan sebagai salah satu pencegahan aksi terorisme di Tiongkok. Tetapi beberapa pihak meyakini bahwa itu hanya “akal-akalan” pemerintah agar bisa memantau gerak-gerik para militan dan aktivis politik, yang kerap membuat aksi kerusuhan seperti di masa lalu.

Wakil parlemen China kepala hukum pidana Li Shouwei mengatakan bahwa aturan itu sudah sesuai dengan kebutuhan negara untuk memerangi terorisme dan pada dasarnya sama dengan apa yang dilakukan negara-negara besar lainnya di dunia.

Bahkan di Inggris, sebuah undang-undang baru yang diusulkan akan memberikan pengawasan lebih kepada pemerintah atas warganya, termasuk kemampuan untuk meretas komputer seseorang secara legal agar bisa mendapat akses informasi, serta melihat catatan semua situs yang dikunjunginya.

Belum ada tanggapan dari perusahaan raksasa seperti Apple dan Google atau perusahaan teknologi lainnya terhadap undang-undang baru China, tapi kami yakin mereka tidak terlalu senang.

Artikel Terbaru