Beranda News Smartfren: Jangan Sampai Ada Perang Tarif Layanan Data

Smartfren: Jangan Sampai Ada Perang Tarif Layanan Data

-

image
Roberto Saputra, Direktur Smartfren

Jakarta, Selular.ID – Pemerintah mengakui belum melakukan pengaturan tarif pungut (retail) untuk layanan internet. Melalui kementrian Kominfo pemerintah saat ini sedang mengkaji aturan mengenai tarif layanan data tersebut.

Oleh karena itu, saat ini tarif pungut (retail) untuk layanan internet masing-masing penyelenggara masih menerapkan tarif secara mandiri berdasarkan mekanisme pasar.

Menanggapi hal ini, Roberto Saputra, Direktur Smartfren berharap perang tarif yang terjadi pada layanan voice tidak terjadi di layanan data. “Dari sisi operator pasti ingin untung sementara pelanggan inginnya harga yang terjangkau cuma jangan sampai di layanan data ini jangan sampai terjadi perang tarif seperti yang terjadi di voice,” jelasnya.

Untuk menghindari terjadinya perang tarif untuk layanan data menurut Roberto yang dilakukan Smartfren adalah memberikan value added service. Dengan adanya layanan lebih tersebut diyakini Roberto masyarakat tidak akan merasa terberatkan dengan tarif yang ditawarkan operator.

“Kalau kita utak-atik tarif dasar itu gampang sekali diikutin, begitu kita ubah pasti operator lain langsung ikutan,” paparnya.

Kalau perang tarif yang terjadi untuk layanan data, operator akan kembali berdarah-darah dalam menjalani bisnisnya. Terlebih tarif internet yang ada di Indonesia saat ini masih terbilang rendah dibandingkan dengan negara lain.

Lebih lanjut pria berkacamata ini menjelaskan revenue operator dalam layanan 4G LTE ini berasal dari konsumsi kuota. Dengan adanya VAS konsumsi yang dilakukan pelanggan tentu konsumsi akan meningkat dengan sendirinya.

“Ketimbang menaikkan tarif, memberikan layanan VAS jauh lebih baik bagi pelanggan,” pungkasnya.

Artikel Terbaru