Tuesday, August 20, 2019
Home News Pemerintah Bantah Ada Keterlibatan CIA dalam Pembentukan Badan Cyber Nasional

Pemerintah Bantah Ada Keterlibatan CIA dalam Pembentukan Badan Cyber Nasional

-

COVER-BCN-1Jakarta, Selular.ID – Pemerintah berencana membentuk badan cyber untuk memperkuat sektor pertahanan dan bidang sektor strategis non pertahanan. Menurut Kementrian Komunikasi dan Informatika RI pembuatan sistem pertahanan dan keamanan cyber sudah mendesak.

“Setiap hari, dari pengamatan Kementerian Pertahanan secara aktual, pertahanan cyber Indonesia kerap diserang,” jelas Rudiantara, Menteri Komunikasi dan informatika.

Indonesia, kata dia, juga menjadi tempat transit masyarakat luar negeri yang melakukan transaksi ilegal. “Kita harus segera meresponnya dengan mengembangkan pertahanan cyber dalam negeri,” ungkapnya.

Sementara itu, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan,  mengatakan penguatan teknologi cyber ini dimaksudkan untuk memperkuat kedaulatan bangsa.

“Sistem cyber yang akan dibentuk bukan malah untuk memata-matai warga negara sendiri,” kata Luhut, yang juga masih menjabat Kepala Kantor Staf Kepresidenan, di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana, (23/08/2015).

Luhut pun bakal menggandeng berbagai lembaga informasi pemerintah, semisal, Lembaga Sandi Negara, Deputi Cyber di berbagai kementerian lembaga, serta Kementerian Komunikasi dan informatika, bergabung. “Juga pakar IT di Indonesia untuk turut mengabdi,” ujar Luhut. Sehingga, gerak pemerintah di bidang teknologi informasi akan lebih padu dan seirama.

Luhut juga sadar bahwa masing-masing lembaga dan perusahaan pemerintah telah memiliki sistem pengamanan cyber. Sistem itu bakal tetap berjalan di tiap lembaga, namun badan cyber yang terintegrasi ini tetap dibutuhkan untuk kepentingan yang lebih luas.

Luhut juga sekaligus menampik isu yang beredar bahwa Indonesia bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk membuat sistem keamanan cyber. Musababnya, masyarakat diresahkan kabar bahwa Kantor Staf Presiden menggandeng badan intelijen Negeri Paman Sam, Central Intelligence Agency (CIA), mengawasi arus komunikasi warga lewat sistem Big Data. Sistem itu dirumorkan bakal mampu menyedot pembicaraan pribadi di aplikasi WhatsApp, BlackBerrry Messenger, dan program jejaring sosial lain.

“Justru, pembangunan cyber sekuriti nasional ini dimaksudkan untuk menangkis serangan, khususnya dari luar yang bisa memperlemah bangsa,” sanggah Luhut.

Padahal, Big Data sendiri adalah istilah umum untuk himpunan data dalam jumlah besar, rumit, dan tak terstruktur. Sehingga, sulit ditangani kalau hanya menggunakan manajemen basis data. “Jadi Tidak nyambung dengan isu sedot data,” pungkasnya.

Latest