Friday, July 19, 2019
Home News XL Gelar Fish Hackathon untuk Jaring Solusi Digital Kelautan

XL Gelar Fish Hackathon untuk Jaring Solusi Digital Kelautan

-

5_June_-_Fish_Hackathon_eposter_1024Jakarta, Selular.ID – Indonesia memiliki kekayaan maritim dan kelautan yang luar biasa, namun seiring dengan kemajuan banyak masalah pun muncul, selain pencurian ikan, penangkapan ikan secara illegal, masalah sampah laut di pesisir, kesejahteraan kehidupan para nelayan dan lain sebagainya. Guna menjaring ide inovatif dari publik luas untuk mengelola sumberdaya kelautan, XL menyelenggarakan program “Fish Hackathon”.

Kompetisi ini bisa diikuti sekelompok programmer, developer, digital entrepreneur, pemerhati lingkungan, dan mereka yang memiliki gagasan sebagai solusi untuk membantu masalah konservasi kelautan dan perikanan yang berkelanjutan di Indonesia melalui teknologi digital yang akan berlangsung pada 5-7 Juni 2015.

Yessie D. Yosetya, Chief Digital Service Officer XL mengatakan bahwa dibutuhkan ide-ide baru serta solusi segar untuk membantu menyelesaikan masalah-masalah tersebut, oleh karenanya “Fish Hackathon” diadakan sebagai wadah munculnya ide dan solusi terbarukan untuk menyelamatkan budidaya kelautan Indonesia.

“Fish Hackathon” yang berlangsung di Jakarta ini, berbarengan secara serentak dengan event yang sama di 15 kota di dunia. Untuk Indonesia, XL merupakan “Host Country”. “Program ini memang program dunia, di mana masalah kelautan menjadi hal utama dan harus segera diselesaikan,” jelasnya.

Peserta kompetisi ini beragam dan datang dari banyak profesi, mulai dari programmer, mahasiswa teknis, ibu rumah tangga, peretas computer dan mereka yang bekerja di industri telekomunikasi serta TIK.

Hadiah untuk pemenang pertama Indonesia adalah menjadikan prototype pemenang untuk diuji coba bersama program mFish secara langsung kepada penggunanya di Lombok.

XL akan mengirim dua orang dari tim pemenang selama masa uji coba tersebut berlangsung sebagai hadiah. Hadiah untuk pemenang kedua adalah untuk menyempurnakan prototype serta bisnis modelnya melalui program “Mentorship Program” bersama XL dan Tone. Semua prototype terutama dari para pemenang akan digunakan dan diberikan kesempatan uji lapangan bersama dengan mFish. Diharapkan prototype terbaik menjadi bagian dari mFish.

Pemenang global akan memiliki kesempatan untuk memperlihatkan prototype mereka di Barcelona pada acara World Mobile Congress, Februari 2016 mendatang. Semua biaya untuk dua orang dari tim pemenang global ditanggung panitia. Sementara itu, pemengan favorit global akan diterbangkan untuk menghadiri acara World Ocean Congress di Santiago, Chile, pada bulan Oktober 2015.

Sebagai gambaran kompetisi, seluruh peserta akan diberikan kajian masalah yang ada di dunia dan Indonesia terkait kelautan, perikanan dan maritim. Peserta akan bekerja dalam kelompok setidaknya dua orang. Selanjutnya, mereka akan dipandu oleh para mentor selama acara berlangsung. Peserta juga akan dibantu melalui video conference dengan para mentor di belahan dunia lainnya.

Seluruh hasil akan dicek dan ricek serta dinilai termasuk kode program, kerapihan bahasa program dan keselerasan solusi dengan masalah yang diberikan. Tiap karya akan dipresentasikan di hadapan panel juri. Pemenang lokal akan diumumkan pada hari minggu. Finalis global akan dikumpulkan terpisah untuk melakukan presentasi di hadapan panel juri dunia.
Ada tiga komponen yang dinilai.

Pertama, inovasi berupa solusi terbaik yang menyelesaikan masalah paling dalam melalui segala hal yang “disruptive”. Kedua, impact (dampak langsung), yaitu solusi yang menyelesaikan masalah paling relevan terhadap perikanan berkelanjutan, dan memiliki masa hidup yang bisa diprediksi dan mudah untuk dikembangkan serta direplikasi. Ketiga, interface (tampilan), tampilan yang mudah digunakan, intuitif terutama untuk target segmen dari pengguna layanan.

Karya setiap peserta akan mendapatkan penilaian dari panel juri Indonesia yang antara lain berasal dari kalangan pemerhati lingkungan MDPI, peretas, dan pemerhati TIK. Selain itu juga ada panel juri global, yang antara lain terdiri dari ahli Oceanic Institute, Amerika Serikat, serta ilmuwan dari GreenWave, WWF.

Latest