Beranda News Ericsson: Pemerintah Belum Saatnya Matikan 2G

Ericsson: Pemerintah Belum Saatnya Matikan 2G

-

Ilustrasi penggunaan internet mobile
Ilustrasi penggunaan internet mobile

Jakarta, Selular.ID – Jaringan 2G sudah mengudara di Tanah Air sejak tahun 1995. Selang kelipatan 10 tahun kemudian, muncullah jaringan 3G (1995) dan 4G (2015). Hingga akhirnya, diprediksi akan digelar jaringan super cepat generasi kelima atau 5G di tahun 2020.

Untuk menumbuhkan dan memperluas jaringan 4G LTE di dalam negeri, salah satu cara yang sedang pemerintah pikirkan adalah dengan mematikan 2G, jaringan yang hanya bisa digunakan untuk akses voice dan berkirim SMS. Tak ayal, ide ini menuai pro dan kontra. Pasalnya, pengguna 2G di Indonesia masih banyak. Sekitar 72 persen pengguna selular masih menggunakan feature phone.

“Pengguna smartphone masih sedikit, sekitar 28 persen saja. Selebihnya, feature phone,” ungkap Hardyana Syintawati, VP Marketing Communication Ericsson Indonesia, yang berpatokan pada hasil Ericsson Mobility Report Juni 2015. Nana, sapaan akrabnya, kemudian mengemukakan pendapatnya bahwa pemerintah tidak bisa langsung mematikan jaringan 2G begitu saja.

“Harus step by step bila (pemerintah) ingin melakukannya. Bila dilihat memungkinkan (jaringan) ada yang bisa di reuse,” pungkas Nana.

Niat baik pemerintah agar mendorong pertumbuhan penggunaan akses internet, terutama pada jaringan 4G, bukan cuma dengan mematikan 2G saja. Tetapi juga kemajuan tersebut akan didukung dengan semakin murah ponsel 4G ke depannya nanti.

Artikel Terbaru