Suasana di Internet of Everything Day yang digelar Qualcomm di Nob Hill, San Francisco (Foto: Bambang/Selular.ID)
Suasana di Internet of Everything Day yang digelar Qualcomm di Nob Hill, San Francisco (Foto: Bambang/Selular.ID)
Suasana di Internet of Everything Day yang digelar Qualcomm di Nob Hill, San Francisco (Foto: Bambang/Selular.ID)

San Francisco, Selular.ID – Tahun 2015 menjadi momentum bagi Qualcomm untuk semakin fokus mengembangkan Internet of Everything (IoE). Bertempat di Nob Hill Masonic Center, San Francisco, hari ini (14/05/2015) perusahaan yang bermarkas di San Diego tersebut memamerkan berbagai inovasi dan pencapaian dari konektivitas, komputasi dan solusi yang luas untuk IoE. Didorong oleh pertumbuhan internet yang signifikan dan keragaman perangkat yang saling terhubung, Qualcomm berkolaborasi dengan perusahaan teknologi terkemuka untuk menciptakan pengalaman IoE yang implementasinya di rumah, bisnis, mobil dan perkotaan.

Dalam sambutannya, Derek Aberle, Presiden Qualcomm, mengatakan IoE mencakup ekosistem yang tumbuh luas dari miliaran koneksi baru. “IoE adalah segala tentang keragaman yang luas dari berbagai jenis perangkat yang memiliki konektivitas. Banyak sekali perspektif dan pendekatan berbeda yang dilakukan. Tujuannya adalah mentransformasi internet agar lebih berkembang dengan membawa konektivitas, komputasi, dan konten lebih dekat kepada pengguna,” ujar Derek.

Menurut alumni University of California, Santa Barbara tersebut, hadirnya IoE tak lepas dari keberhasilan teknologi mobile yang telah merevolusi segalanya dan kemudian memperluas cakupan untuk membuka peluang baru. Beberapa kelebihan teknologi mobile adalah skala yang tak tertandingi, siklus pengembangan yang cepat, serta teknologi yang terintegrasi dan teroptimasi. Sehingga memungkinkan untuk diadopsi atau diimplementasikan ke perangkat lain. “Di saat banyak yang berfokus pada janji Internet of Everything, Qualcomm memiliki visi yang jelas seperti apa IoE akan terlihat dan kami secara unik memenuhi syarat untuk mewujudkannya,” sesumbarnya.

Derek membandingkan, jika yang lain hanya fokus pada investasi R&D pada pengembangan blok yang spesifik, Qualcomm mengambil pandangan pada gambaran yang lebih luas (big picture). “Kami melihat IOE sebagai sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar sebuah kerangka kerja untuk menghubungkan mesin dan hal lainnya. Qualcomm berada di posisi yang tepat untuk menyediakan konektivitas dan komputasi canggih, serta interoperabilitas untuk perangkat dan mesin di rumah pintar, mobil, wearables dan smart cities. Teknologi kami mendorong era baru konektivitas dan komputasi yang cerdas, dan kami akan terus berinvestasi di segmen yang baru ini,” kata Derek.

Pria yang bergabung di Qualcomm sejak tahun 2000 ini juga mengungkapkan alasan mengapa menjadikan IoE atau yang dikenal juga dengan IoT (Internet of Things) sebagai roadmap pengembangan perusahaan. “IoE telah menjadi bisnis yang signifikan bagi Qualcomm. Pada tahun fiskal 2014 yang lalu, lebih dari US$1 miliar pemasukan Qualcomm Technology disumbang dari segmen non handset. Di tahun 2015, diprediksi lebih dari 10% pemasukan perusahaan dari segmen ini,” ungkapnya.

Setidaknya, ada lima hal pokok yang menjadi cakupan solusi IoE dari Qualcomm. Yaitu: konektivitas pintar untuk Smart Home; konektivitas intelijen untuk Smart City; konektivitas dan komputasi yang dikustomisasi untuk perangkat yang dipakai (wearable devices); mendefinisikan masa depan mobil pintar yang terhubung; dan layanan kesehatan yang terhubung. (Catatan: redaksi akan mengulas lebih dalam dari berbagai solusi tersebut di artikel terpisah.)

Untuk mempercepat dan memperluas adopsi IoE, Qualcomm dan beberapa perusahaan lintas industri membangun konsorsium AllSeen Alliance. Aliansi tersebut sekarang memiliki anggota lebih dari 140 perusahaan termasuk di antaranya beberapa perusahaan terkemuka seperti Electrolux, Haier, LG, Microsoft, Panasonic, Sony, LIFX, Honeywell dan sebagainya. Qualcomm menyiapkan framework open source AllJoyn sebagai platform, OS dan hardware agnostik yang memungkinkan interoperabilitas, konektivitas, dan discovery perangkat secara mulus.