Kantor Pusat Qualcomm di San Diego, Amerika Serikat (Foto: Bambang/Selular.ID)
Derek Aberle, President Qualcomm (Foto: Bambang/Selular.ID)
Derek Aberle, President Qualcomm (Foto: Bambang/Selular.ID)

San Diego, Selular.ID – Saat ini di Indonesia tengah ramai dimulainya implementasi teknologi jaringan generasi keempat 4G LTE. Hal serupa terjadi di banyak negara, meski di negara maju sudah dilakukan sejak beberapa tahun yang lalu. Namun kenyataannya, adopsi teknologi teknologi baru ini masih sangat rendah. Hal ini diungkapkan oleh Derek Aberle, President Qualcomm dalam pemaparannya kepada sejumlah media yang diundang ke kantor pusat Qualcomm di San Diego, California (12/05/2015).

“Saat ini hingga kuartal 1 tahun 2015, koneksi mobile internet secara global mencapai 7,2 miliar. Namun penetrasi LTE masih rendah yakni hanya 8% atau 0,6 miliar. Itupun perangkatnya yang bersifat multi-mode 3G/LTE,” ungkapnya. Dijelaskan lebih lanjut, 2G masih mendominasi dengan porsi 57% atau 4,1 miliar koneksi. Sedangkan 3G sebesar 3,5% atau 2,5 miliar.

Menurutnya, koneksi LTE saat ini meningkat pesat sekadar menjadi komplimen atau pelengkap dari jaringan 3G. Ini menjadi tantangan bagi pelaku industri untuk memperluas ketersediaan spektrum. Karena regulasi di tiap negara yang menentukan spektrum berbeda-beda untuk layanan 4G. “Roadmap untuk pengembangan LTE masih panjang. Untuk memperbesar adopsi, perlu menyediakan smartphone multimode LTE untuk semua rentang harga sehingga lebih terjangkau untuk lebih banyak pengguna,” ujar Arbele.