Chipset Qualcomm untuk IoT
 Raj Talluri, Senior VP Product Management Qualcomm, saat memperkenalkan QCA401x dan QCA4531. (Foto: Bambang/Selular.ID)
Raj Talluri, Senior VP Product Management Qualcomm, saat memperkenalkan QCA401x dan QCA4531. (Foto: Bambang/Selular.ID)

San Francisco, Selular.ID – Qualcomm mengklaim pihaknya memiliki visi yang jelas terkait Internet of Everything (IoE) atau lebih populer dengan sebutan Internet of Things (IoT) dan memenuhi kualifikasi untuk mewujudkannya. Seperti diungkapkan oleh Derek Aberle, Presiden Qualcomm yang mengatakan bahwa di saat yang lain fokus untuk investasi riset dan pengembangan hanya di bagian tertentu yang spesifik, perusahannya mengambil gambaran yang luas (big picture).

Qualcomm melihatnya sebagai sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar sebuah kerangka kerja untuk menghubungkan mesin dan hal lainnya. “Kami sedang membangun landasan untuk berbagai jenis IoT dengan skala yang mendukung kebutuhan beraneka segi dari dunia yang benar-benar hyperconnected. Sehingga membuat hal-hal di sekitar kita benar-benar berguna,” ujarnya saat jumpa pers di Nob Hill Masonic Center, San Francisco (14/05/2015).

Salah satu bukti yang ingin ditunjukkan adalah perusahaan teknologi asal San Diego ini mengumumkan dua chipset baru QCA401x dan QCA4531. Keduanya dianggap menjadi solusi konektivitas yang sanggup memecahkan beberapa tantangan terbesar yang dihadapi pengembang produk ketika menciptakan perangkat yang terhubung (IoT). Raj Talluri, Senior VP Product Management Qualcomm mengatakan,” Solusi baru ini membawa Wi-Fi yang kaya fitur dan kapabilitas luas untuk menghubungkan produk. Masing-masing disertai dengan platform pengembangan agar konsumen lebih cepat dan efisein untuk deployment.”

Tipe QCA401x diklaim sebagai chipset Qualcomm Atheros dengan solusi konektivitas cerdas yang paling kaya fitur dan terintegrasi untuk IoT. Produk ini dirancang untuk menjawab permintaan produsen guna meningkatkan komputasi, memori dan fitur-fitur canggih sembari menurunkan ukuran, biaya dan konsumsi daya. QCA401x memiliki fitur unit mikro kontroler terintegrasi memori on-chip sampai 800KB. Juga set antarmuka yang diperluas untuk menghubungkan langsung dengan sensor, layar dan aktuator, sekaligus mengurangi biaya, ukuran dan kompleksitas sistem. Selain itu, pada chip ini mencakup suite protokol komunikasi Wi-Fi, IPv6, HTTP dan enabler awan lainnya.

Selanjutnya yang kedua adalah QCA4531 yang dianggap sebagai solusi murah karena berbasis Linux/OpenWRT, namun tetap membawa kemampuan konektivitas dengan performa tinggi. Chipset ini dirancang untuk melayani simpul IoT yang kaya fitur dengan memanfaatkan kerangka Linux dan sebagai hub untuk mengaktifkan ekosistemnya. QCA4531 diklaim ideal untuk jembatan dan komunikasi multi-protokol, membawa beberapa media nirkabel bersamaan dan menjembatani antara ekosistem yang berbeda. QCA4531 dapat berfungsi sebagai Access Point yang mendukung hingga 16 perangkat simultan, dan juga power yang dioptimalkan untuk efisiensi energi berstandar internasional.

Chipset Qualcomm untuk IoT
Chipset Qualcomm untuk IoT

Talluri menjelaskan, kedua produk di atas telah terintegrasi dengan software framework AllJoyn dari Allseen Alliance untuk memastikan interoperabilitas dengan ekosistem AllJoyn berkembang pesat dan memungkinkan perangkat pintar untuk berkomunikasi secara lokal. QCA401x bisa berfungsi sebagai klien, sedangkan QCA4531 mampu menjadi hub IoT. “Bagian besar dari strategi Qualcomm Atheros adalah memasangkan campuran yang tepat dari konektivitas dan kemampuan komputasi untuk mengatasi berbagai kebutuhan IoT. Kedua produk tersebut selaras dengan strategi ini dan memperluas jajaran portofolio konektivitas cerdas kami, termasuk solusi QCA4002 dan QCA4004 yang sejak diluncurkan hingga saat ini telah dikapalkan lebih dari 35 juta produk,” ungkap Raj Talluri.

Qualcomm semakin bersemangat untuk mengembangkan IoT karena potensi bisnis yang sangat besar. Pada tahun fiskal 2014 yang lalu, lebih dari US$1 miliar pemasukan Qualcomm Technology disumbang dari segmen non handset yang digunakan pada berbagai proyek infrastruktur kota pintar, home appliance, mobil, dan wearables.

Selain itu, chip Qualcomm telah memperkuat lebih dari 120 juta perangkat smart home pada akhir tahun lalu. Juga 20 juta mobil yang memakai modem chip dan lebih dari 20 model wearables devices. Perusahaan ini menyediakan segala hal untuk IoT mulai dari model selular, chip Wi-Fi, hingga prosesor aplikasi yang sebagian besar diadopsi dari teknologi mobile. Mereka menargetkan hingga akhir tahun 2015, lebih dari 10% pemasukan perusahaan merupakan kontribusi dari IoT.