Ilustrasi BTS XL
Ilustrasi BTS XL di Jakarta
Ilustrasi BTS XL di Jakarta

Jakarta, Selular.ID – Hari ini XL mengumumkan secara resmi pencapaian kinerja perusahaan selama kuartal pertama tahun 2015. Selama tiga bulan, perusahaan meraih pendapatan sebesar Rp5,5 triliun. Meski pendapatan tergolong besar, tetapi perusahaan ini masih merugi.

XL mengalami kerugian sebesar Rp758 milliar selama kuartal pertama 2015. Dian Siswarini, Presiden Direktur/CEO XL, menjelaskan bahwa besarnya kerugian merupakan dampak dari melemahnya Rupiah. “Bila tanpa memperhitungkan dampak dari transaksi Forex, XL hanya mencatat kerugian sebesar Rp79 miliar,” kilahnya.

Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi dan Amortisasi (EBITDA) menurun 15% dari periode yang sama tahun lalu menjadi Rp1,9 triliun dengan marjin EBITDA sebesar 34%. Penurunan EBITDA ini dikatakan sebagai dampak adanya integrasi dengan Axis.

Total hutang mengalami peningkatan menjadi Rp30.2 triliun dari Rp28.4 triliun pada akhir kuartal empat tahun lalu, sehingga hutang bersih/EBITDA sedikit berkurang dari sebelumnya 2.9x menjadi 2.8x.

Selama kuartal pertama tahun 2015, tingkat pertumbuhan XL relatif datar dibandingkan dengan periode tahun lalu, menyusul dilakukannya penjualan dan penyewaan kembali 3.500 menara pada akhir tahun 2014. Pendapatan dari layanan selular tergolong statis dengan angka pertumbuhan 3% dari tahun lalu, sementara layanan Data terus mengalami pertumbuhan sebesar 29% dibanding tahun lalu. Di kuartal 1 ini,  kontribusi layanan data mencapai 32% terhadap total pendapatan.

Menurut bos baru XL tersebut, guna merespon dinamika perubahan industri dan pasar yang demikian cepat, sangat penting bagi perusahaannya untuk segera berbenah dengan melakukan transformasi untuk dapat memperkuat kelangsungan bisnis perusahaan secara berkesinambungan di masa yang akan datang.

Dian melanjutkan, XL fokus menyediakan layanan Internet agar lebih terjangkau sehingga dapat meningkatkan trafik penggunaan Data sebesar 92% dibandingkan tahun lalu. Maka dari itu, anak perusahaan Axiata Malaysia ini  juga telah membelanjakan Rp769 Milliar belanja modal untuk memperluas infrastruktur layanan Data dan layanan mobile, dengan sumber dana berasal dari internal.

Saat ini jumlah pengguna smartphone XL telah mencapai 17,2 juta pelanggan dengan tingkat penetrasi sebesar 33% selama kuartal pertama tahun ini. (bda)