Gedung Telkom
Gedung Telkom
Gedung Telkom

Jakarta, Seluar.ID – Pada tahun 2014, pendapatan Telkom didominasi oleh pendapatan data, internet dan layanan IT yang terus tumbuh dengan nilai kontribusi sebesar 42 persen dari total pendapatan perusahaan. Sinaga. Pencapaian Telkom tersebut diakui Alex J Sinaga, Direktur Utama Telkom hasil dari konsistensi perseroan dalam menjalankan tiga fokus utama perusahaan, yakni Telkomsel, Indonesia Digital Network dan International Expansion.

“Tahun 2015, Telkom kembali meneruskan fokus tiga program utamanya, yaitu Telkomsel ‘Maintain Double Digit Growth’, Indonesia Digital Network ‘Drive Digital Business’ dan International Expansion ‘Stretch & Expand International Business’,” jelas Alex.

Melalui tiga fokus utama tersebut, Telkom sedang berusaha bertransformasi untuk menjadi The King of Digital. Menjadi Raja di udara melalui Telkomsel, Raja di darat melalui Fiber To The Home (FTTH), yang dikenal dengan nama IndiHome dan menjadi Raja di laut melalui Fiber Optic Broadband Highway dari Aceh sampai Papua serta ekspansi ke regional.

Dalam fokus utama me-Maintain Double Digit Growth anak usahanya, Telkomsel,  Telkom mengalokasikan 60 persen capex-nya untuk pembangunan infrastruktur mobile. Sebagai operator seluler terbesar di Indonesia, Telkomsel menjanjikan pengalaman mobile digital lifestyle dengan sejumlah program di tahun 2015.

Hal ini diwujudkan Telkomsel melalui pengembangan layanan 4G-LTE yang telah di-launching secara komersil pada Desember 2014 lalu. Hingga saat ini, layanan Telkomsel 4G-LTE telah beroperasi di lima kota di Indonesia, yakni Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya dan Medan. Untuk semester pertama tahun 2015, Telkomsel akan menambah pengoperasian layanan 4G-LTE di Makassar dan Manado melengkapi target tujuh kota yang ditetapkan perusahaan.

Sementara itu, untuk mewujudkan fokus kedua Telkom di tahun 2015, Telkom menyadari bahwa untuk menjadi The King of Digital, pembangunan infrastruktur dan penyediaan konektivitas sangatlah penting, untuk itu melalui tiga komponen IDN yaitu Id Access, Id Ring dan Id Con, Telkom akan menghadirkan digitalisasi di Indonesia.

Dari sisi Id Access, saat ini Telkom tengah mengembangkan produk terbaru IndiHome, layanan Triple Play yang terdiri dari Internet on Fiber atau High Speed Internet, Phone (Telepon Rumah) dan IPTV (UseeTV Cable). Di tahun 2015, Telkom menargetkan sebanyak 3 juta rumah telah terdaftar dengan layanan IndiHome.

Dari sisi infrastruktur broadband (Id Ring), Telkom tengah gencar melakukan pembangunan infrastruktur melalui Indonesia Digital Network. Hingga saat ini, Telkom telah membangun infrastruktur kabel serat optik sepanjang 76,700 km dari Aceh hingga Papua termasuk Sulawesi Maluku Papua Cable System (SMPCS) yang akan memberikan dampak positif untuk pemerataan akses komunikasi dan informasi broadband, dengan kualitas yang sama di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, Id Con adalah inisiatif strategis yang berfokus pada penyediaan suatu platform desain, pengembangan dan delivery layanan TIMES yang konvergen kepada pelanggan Telkom Group. Platform konvergensi layanan ini dibangun di atas fasilitas Data Center Telkom Group yang telah mencapai kategori desain Tier-4 dan didukung oleh Cloud Management Platform untuk memastikan kehandalan dan skalabilitas dari layanan TIMES. Hingga akhir tahun 2014, Telkom Group telah memiliki Data Center seluas 54.800 m2.

Selanjutnya dalam fokus utama ketiga Telkom di tahun 2015, Pada tahun 2014, Telkom telah melakukan ekspansi bisnis Global dan menargetkan footprint di 10 negara, Telkom telah menjalankan bisnisnya di Singapura, Hong Kong, Timor Leste, Australia, Myanmar, Malaysia, Taiwan, Macau, USA dan Saudi Arabia. “Dalam menjalankan ekspansi bisnis international, Telkom menerapkan MPTN entry strategy, yaitu business follows the Money, business follows the People, business follows the Traffic dan business follows the Network,” ungkap Alex.

Dalam mendukung bisnis internasionalnya ini, Telkom melalui entitas anak, Telin, telah bekerjasama dan tergabung dengan perusahaan telekomunikasi global melalui konsorsium SEA-US (South East Asia – United States) dalam membangun jaringan infrastruktur telekomunikasi internasional.

Pembangunan proyek SEA-US ini menurut Alex nantinya akan terhubung dengan proyek SEA-ME-WE 5 (South East Asia – Middle East – West Europe), melalui sistem komunikasi kabel laut Indonesia Global Gateway (IGG) yang akan digelar sepanjang Dumai – Menado. Keseluruhan sistem komunikasi kabel laut yang dibangun Telin dalam konsorsium skala global ini akan menjadi perwujudan Indonesia Global Networks (IGN) yang selanjutnya diyakini dapat mendorong peran Indonesia sebagai Global Hub telekomunikasi dunia.