Ilustrasi teknisi jaringan Indosat
Ilustrasi teknisi jaringan Indosat
Ilustrasi teknisi jaringan Indosat

Mataram, Selular.ID – Dibandingkan Telkomsel dan XL Axiata, Indosat terbilang telat dalam memodernisasi jaringan. Persoalan internal perusahaan, khususnya dalam meyakinkan Ooredo Group – pemilik Indosat, terkait anggaran Capex (capital expenditure), membuat Indosat tertinggal selangkah dibandingkan dua pesaing terdekatnya itu.

Namun hal tersebut tak lantas membuat Indosat surut. Sejak kick-off pada 2013, program modernisasi jaringan yang telah menelan dana hingga Rp 15 triliun, mulai menuai hasil yang signifikan. Per April 2015, sebanyak 23 kota seluruh Indonesia telah di-cover. Tahap selanjutnya dilakukan di puluhan kota kabupaten di pulau Jawa guna mengantisipasi musim Lebaran. Indosat pun menjanjikan koneksi internet kencang hingga 42 Mbps.

Alexander Rusli, President Director Indosat, optimis program modernisasi jaringan dapat meningkatkan pertumbuhan pengguna data hingga 50%. Saat ini, total pelanggan Indosat mencapai 63,2 juta, dengan lebih dari setengahnya adalah pengguna data.

Optimisme Alex didasarkan pada modernisasi jaringan yang dilakukan bukan sekadar ‘ganti baju’, melainkan hampir semua komponen. “Ini bener-bener ganti kayak jaringan baru, karena yang sama tinggal tower-nya doang. Jadi peralatannya, kabelnya, software sampai antenanya diganti semua,” paparnya dalam perbincangan dengan media di Gili Trawangan, NTB, Jumat (24/4).

Alex menambahkan, modernisasi jaringan juga sejalan dengan target perusahaan yang ingin segera mengimplementasikan LTE di jaringan 1.800 Mhz. “4G-LTE di 1800 Mhz kita akan all out. Ini real LTE speed, kita yang terdepan. Persiapannya sudah dari dua tahun lalu. Begitu pemerintah on, kita akan on 10 Mhz di frekuensi ini,” pungkas Alex. (bda)