Tekan Penyelundupan Smartphone 4G dengan Keharusan Mendaftarkan IMEI

Menkominfo kunjungi pabrik ponsel Polytron di Kudus
Menkominfo kunjungi pabrik ponsel Polytron di Kudus

Selular.ID – Keputusan pemerintah yang mengharuskan semua vendor ponsel, baik asing maupun lokal, untuk membangun pabrik di Indonesia disambut pro dan kontra. Kelompok yang menyetujui beleid itu, menilai keberadaan pabrik akan menjadikan Indonesia tak sekedar sebagai basis pasar semata, namun juga manufaktur yang dapat memberikan nilai lebih bagi perekonomian nasional.

Sementara bagi kelompok yang kurang menyetujui, berdalih bahwa pembangunan pabrik atau TKDN 40% membutuhkan investasi yang tak sedikit. Pemerintah juga belum menyiapkan insentif apa pun, baik kemudahan memperoleh lahan atau tax holiday yang dapat menggairahkan industri.

Di sisi lain, ancaman pemerintah yang akan menutup keran impor bagi vendor yang tidak kunjung membangun pabrik hingga batas akhir, yakni 31 Desember 2016, dinilai juga akan memicu derasnya praktek penyelundupan dan menyuburkan tumbuhnya kembali pasar gelap (black market).

Menanggapi hal tersebut, Usun Pringgodigdo, General Manager Polytron Mobile Phone, menyatakan bahwa kebijakan pembangunan pabrik layak didukung, karena hal itu dapat mengurangi beban neraca pembayaran akibat tingginya nilai importasi ponsel, rata-rata mencapai 3-4 milyar dollar AS.

Sementara untuk menekan tumbuhnya black market, Usun mengusulkan agar regulator perlu menjalin kerjasama dengan operator, terutama dalam hal pemanfaatan IMEI (International Mobile Equipment Identity) khususnya untuk produk-produk smartphone 4G LTE. Dengan IMEI yang terdaftar di operator, pelanggan dipastikan tak akan dapat mengoperasikan smartphone yang ia beli di pasar ilegal.

“Mumpung peredarannya belum terlalu besar, operator tidak akan kerepotan mendata smartphone 4G LTE,” ujar Usun.

Usun juga mengungkapkan, dari data yang ia peroleh, saat ini terdapat sekitar dua juta unit smartphone 4G LTE yang telah diserap pasar.

Di ranah smartphone, Polytron belum lama ini telah memperkenalkan kehadiran smartphone Zap 5 buatannya. Smartphone lokal yang sudah mendukung koneksi 4G tersebut diklaim memiliki Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) 35 persen. (bda)