Service Centre Mengecewakan, Fanpage Sony Mobile Panen Keluhan

Fanpage Sony Mobile Indonesia
Fanpage Sony Mobile Indonesia

Jakarta, Selular.ID – Layanan purna jual rupanya masih menjadi momok yang menghinggapi Sony Mobile. Jika mencari data di Google dengan kata kunci “layanan service centre Sony Mobile”, hasil pencarian menunjukkan deretan keluhan yang dialami pengguna sejak bertahun-tahun silam.

Upaya yang dilakukan konsumen yang kecewa dengan service centre dan ingin perbaikan dilakukan berbagai cara. Mulai dari “curhat” di media sosial Twitter dan Facebook, menulis di forum Kaskus, dan mengirim ke surat pembaca di media massa. Bahkan sampai menjaring petisi di Change yang dimulai sejak tiga tahun lalu dan sampai sekarang masih terus berjalan dengan 3 ribu lebih pendukung.

Dari pantauan redaksi, saat ini pengguna lebih banyak yang mengeluhkan di fanpage resmi Sony Mobile Indonesia. Masalah kerusakan yang menimpa jajaran perangkat Sony Xperia berbeda-beda. Ada yang mengeluhkan tidak bisa mengisi daya, dead pixel, ponsel mati setelah terkena air (khusus Xperia Z), speaker rusak, sampai tutup USB charging yang bodol.

Contohnya Tata Navyanti yang mengeluhkan smartphone Sony Xperia Z3 yang ‘curhat’ pemakaiannya baru 10 hari mengalami kerusakan, namun sudah 40 hari “opname” di Sony Service Center (SSC) Senayan City masih belum juga selesai. Kemudian ada Ikhwandika Akbar yang mengeluhkan hal sama. “Gak masuk akal baru beli Xperia Z3 Compact kurang dari 2 bulan langsung mati total dan didiagnosa kena di mesin dan jika barang tidak ada harus inden, makan waktu 3-4 bulan. Berarti selama itu saya kehilangan hak pakai dalam jangka waktu yang sama,” cetusnya.

Dalam menanggapi keluhan-keluhan, admin fanpage cukup cepat dalam memberikan respon. Walaupun jawaban yang diberikan cenderung normatif, seperti menyuruh untuk membawa ke Sony Service Center atau silahkan kirim message untuk dibantu follow-up perbaikan.

Memberikan layanan purna jual yang bagus kepada pelanggan memang sudah menjadi kewajiban produsen. Bahkan pemerintah telah membuat payung hukum melalui peraturan Menteri Perdagangan Nomor 19/M-DAG/PER/5/2009 dan Nomor 38/M-DAG/Per/8/2013 serta UU Perlindungan Konsumen No 8 Tahun 1999. Bahkan saat ini pemerintah sedang mewacanakan untuk mewajibkan vendor ponsel memiliki layanan purna jual di tiap provinsi. Semuanya dilakukan untuk melindungi hak konsumen yang telah membeli perangkat dari produsen. (bda)