Nilai Transaksi E-money Rendah, BNI Terjun ke e-Toll Card

Dodit W. Probojakti, General Manager BNI, (foto: Choi/Selular.ID)
Dodit W. Probojakti, General Manager BNI (Foto: Choi/Selular.ID)

Jakarta, Selular.ID – Penetrasi penggunaan layanan e-money dari PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dalam transaksi masih relatif kecil dibandingkan yang lain. Dalam sebulan, transaksi e-money BNI mengantongi sekitar Rp2-3 miliar dari 400.000 nasabah. BNI mempunyai dua layanan e-money untuk mendukung less cash society, yakni TapCash dan KartuKu.

Dodit W. Probojakti, General Manager BNI, menjelaskan bahwa nilai transaksi yang disumbang oleh perusahaannya belum berarti banyak dalam total transaksi e-money keseluruhan. “Bayangkan Rp2 miliar bila dibandingkan dengan Rp300 miliar transaksi e-money nasional sebulan,” tutur Dodit, kepada Selular.ID.

Untuk meningkatkan nilai transaksi, BNI sedang mempersiapkan serangkaian cara, mulai dari menyetujui ajakan Bank Mandiri untuk program e-Toll Card di Bali hingga bekerja sama dengan provider-provider uang eletronik yang sudah ada.

“Untuk e-toll card di Bali, dalam waktu dekat mungkin dua sampai empat minggu ke depan akan mulai berjalan. Bank Mandiri menawarkan proyek ini setahu saya hanya kepada BNI dan BRI,” ujarnya.

Program e-Toll Card merupakan varian e-money yang diterbitkan oleh Bank Mandiri bekerjasama dengan operator tol, berupa kartu prabayar contactless smartcard. Penggunaan e-money dalam transaksi pembayaran tol masih tergolong rendah disebabkan oleh beberapa kendala seperti keterbatasan jumlah reader mesin GTO dan top up atau isi ulang yang saat ini hanya dapat dilakukan melalui Bank Mandiri.