Ilustrasi blokir situs internet
Ilustrasi blokir situs internet
Ilustrasi blokir situs internet

Jakarta, Selular.ID – Aksi blokir belasan situs Islam yang dianggap radikal oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) berujung protes dan perlawanan di kalangan netizen Indonesia. Karena sebagian situs yang masuk daftar blokir merupakan rujukan berita dan artikel-artikel ke-Islaman dan tak berisi kontek radikalisme.

Sejak kemarin (30/3) sampai sekarang terus bermunculan postingan di lini masa yang menunjukkan pelampiasan masyarakat terhadap tindakan Kekominfo yang dinilai sembrono tersebut. Sementara itu, BNPT juga kena kecaman, karena memfitnah situs Islam sebagai sindikat teroris.

Salah satunya adalah aktivis IT Harry Sufehmi yang menyatakan sejak awal menolak program sensor internet di era Menkominfo Tifatul Sembiring karena rentan disalah gunakan. “Padahal saya tahu salah satunya seperti hidayatullah.com jelas bukan situs yang buruk. Mereka malah berusaha agar situasi saat ini bisa membaik. Berbagai situs penyebar fitnah malah dibiarkan,” cetusnya di Facebook.

Menurut Harry, solusi yang lebih benar adalah Pemerintah menyediakan fasilitas-fasilitas sensor yang bisa digunakan oleh orang tua. Tapi tidak wajib (mandatory), melainkan bebar (opt-in). Ia memberi contoh dalam bentuk aplikasi Android yang bisa dipasang di ponsel anak, dalam bentuk proxy server yang bisa di-setting di hotspot di rumah, dan sebagainya. Selanjutnya, untuk fasilitas sensor yang dari pemerintah ada mekanisme komplain yang terbuka sepanjang prosesnya.

Sementara itu pakar media sosial Nukman Luthfi juga mengemukakan pendapatnya. “Lawan konten negatif itu konten positif. Bukan blokir, kecuali pengadilan yang memutuskan,” ujarnya.

Onno W Purbo, praktisi teknologi, juga mengungkapkan ketidaksetujuannya. Menurutnya, proses blokir situs sebetulnya merupakan proses penyadapan, padahal di aturan yang ada, penyadapan harus berdasar perintah pengadilan. “Blokir situs, dasarnya apa ya?” kata Onno mempertanyakan dasar yang dilakukan pemerintah.

Selain itu, masih banyak lagi pemakai internet yang menyayangkan aksi Kominfo yang meminta penyedia layanan internet (ISP) untuk memblokir situs Islam. Alhasil, kinerja Rudiantara dinilai lebih buruk ketimbang Tifatul Sembiring, yang fokus menutup situs pornografi. Malah, sudah banyak meme di dunia maya yang berseliweran menunjukkan perbandingan fokus kerja keduanya.

Beberapa situs yang akan diblokir adalah sebagai berikut:

1. mshoutussalam.com
2. azzammedia.com
3. Indonesiasupportislamicstate.blogspot.com
4. arrahmah.com
5. voa-islam.com
6. ghur4ba.blogspot.com
7. panjimas.com
8. thoriquna.com
9. dakwatuna.com
10. kafilamujahid.com
11. an-najah.net
12. muslimdaily.net
13. hidayatullah.com
14. salam-online.com
15. aqlislamiccenter.com
16. kiblat.net
17. dakwahmedia.com
18. muqawammah.com
19. lasdipo.com
20. gemaislam.com
21. eramuslim.com
22. daulahislam.com