12 April 2011 09:30
Sebuah tim dari University of California, AS,  berhasil menciptakan sebuah prototip aplikasi smartphone yang bisa digunakan untuk mendiagnosa penyakit malaria. Proyek yang diberi nama LifeLens adalah salah satu finalis dari Microsoft Imagine Cup 2011, kontes tahunan dari Microsoft bagi pelajar dan mahasiswa di bidang teknologi. LifeLens dirancang sebagai wujud kepedulian terhadap masalah malaria yang sangat menghawatirkan, saat ini Malaria menyumbang angka kematian global sebesar 1 juta jiwa per tahun dan tiap harinya ada 29 ribu anak dibawah umur 5 tahun yang tewas akibat parasit ini. Dari total kematian mayoritas diakibatkan diagnosa yang terlambat dan ketidaktersediaan pengobatan yang tepat.

LifeLens akan berjalan di gadget OS (Operating System) Windows Phone 7 dan bertindak layaknya laboratorium pemeriksa darah Lensa khusus akan ditanam di kamera smarpthone tersebut yang bisa mengambil gambar dari sampel darah yang telah disiapkan dan kemudian memproses data tersebut untuk mendeteksi keberadaan dan kuantitas parasit malaria. Data itu kemudian dikirim ke server yang akan memberikan respon diagnosa melalui SMS. Singkatnya, LifeLens bisa dioperasikan dengan siapapun yang bisa mengoperasikan fungsi dasar sebuah smartphone, singkat cerita tidak dibutuhkan keterampilan khusus maupun pelatihan bahasa untuk memanfaatkan alat ini sehingga bisa lebih menghemat waktu dan biaya. Selain itu, diharapkan angka kematian terkait malaria akan menurun dengan adanya LifeLens. (Dissa Naratania)

 

Sumber : http://thelifelensproject.com (10/4/2011)