Beranda News Beginilah Smart City Ala Ahok

Beginilah Smart City Ala Ahok

-

Jelang akhir tahun 2014, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewujudkan Jakarta sebagai Smart City yang dapat memantau, memonitor hingga menindaklanjuti keluhan warga. Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) belum lama ini telah meresmikannya.

Dalam aplikasi smartcity.jakarta.go.id, keterlibatan warga terhubung dengan beragam aplikasi sosial media seperti kanal pengaduan DKI jakarta seperti email dki@jakarta.go.id, twitter @jakartagoid, facebook Jakarta Go Id, balai warga di web www.jakarta.go.id, Peta Jakarta, Lapor 1708, maupun Waze .

Aplikasi Waze, merupakan salah satu contoh aplikasi digital berbasis lokasi yang digunakan sebagai aplikasi untuk memandu perjalanan hingga menghindari kemacetan. Integrasi data waze dapat membantu masyarakat dan pemerintah dalam mengetahui keadaan jalan sehingga diharapkan membantu mobilitas dan aktivitas sehari-hari.

Untuk menjembatani pengaduan warga, dalam kesempatan yang sama diluncurkan aplikasi sosial media QLUE yang memiliki sarana penyampaian aspirasi pengaduan real time. Data dari kanal tersebut termasuk QLUE masuk ke dashboard smartcity.jakarta.go.id. Pengaduan seperti masalah macet, banjir, sampah, joki 3 in 1, parkir ilegal, pengemis dan lainnya dapat dilaporkan dan dipetakan berdasarkan lokasi dilengkapi foto.

Melalui foto dan memilih “qlue” yang ada, seorang pengguna dapat menceritakan sebuah event atau laporan yang dilaporkan. Foto dan laporan masyarakat kemudian dipetakan secara digital dan terintegrasi dengan sistem Google.

Dalam dashboard smartcity.jakarta.go.id, pengaduan warga membantu mengontrol kinerja Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Pengaduan tersebut menjadi tugas atau “pekerjaan rumah” bagi aparat terkait yang harus diselesaikan.

Di tingkat wilayah hingga Kelurahan, Lurah dapat memerintahkan petugas melalui aplikasi khusus petugas bernama Cepat Respon Opini Publik (CROP). CROP adalah dashboard mapping yang menggunakan platform Google Maps sebagai dasar pemetaan dijital.

CROP pertama kali digunakan di PemProv DKI Jakarta sebagai aplikasi utama Smart City, dimana dapat meng-integrasikan data-data yang terkoleksi lama oleh Pemprov seperti data edukasi, kelurahan, populasi, dan lain-lain.

CROP berfungsi untuk memproses pelaporan dari QLUE, Waze & Twitter yang saat ini sudah bekerjasama dengan Pemprov DKI untuk mengkombinasikan pelaporan masyarakat. CROP memiliki dua buah aplikasi, Web & Mobile.

CROP Web digunakan oleh semua internal Pemprov DKI untuk masing-masing Satuan Kerja Perangkat Dinas (SKPD) terkait melakukan analisa sehubungan dengan SKPD tersebut. CROP Mobile adalah aplikasi mobile yang dapat di-download pada ponsel pintar Android oleh petugas. Aplikasi ini berguna untuk lurah dan camat memonitor pelaporan yang dilaporkan pada masing-masing wilayah, selain itu bagi petugas dinas (kebersihan, sosial, perhubungan) untuk menerima pekerjaan yang dikirimkan dari pusat.

Bukan fokus terhadap pelaporan saja, tapi kedepannya CROP Dashboard dapat berguna untuk menganalisa data dari semua SKPD di Pemprov DKI. Warga dapat melihat melalui CROP Dashboard versi publik terhadap pelaporan yang sedang trending saat ini dan ranking dari semua pelapor, dinas dan aparatur melalui smartcity.jakarta.go.id Terkait tindak lanjut, warga serta pimpinan wilayah dapat memantau berapa banyak pengaduan di wilayahnya, jenis pengaduan hingga kelanjutan pengaduan.

Dengan adanya sistem ini, maka pihaknya bisa langsung memantau kinerja lurah dan camat di wilayah tersebut. Jika tidak langsung direspon maka akan menjadi bahan penilaian dan evaluasi. Pimpinan juga dapat mengetahui keberadaan petugas terkait termasuk jajaran di lingkungan wilayah. Track keberadaan petugas penting terkait kecepatan tindaklanjut permasalahan atau pengaduan warga. Setelah tindak lanjut petugas mendokumentasikan hasil pekerjaan lewat foto yang di-upload ke dalam sistem sehingga akan tampil foto pengaduan dan tindak lanjut.

Selain pengaduan, masyarakat juga dapat memanfaatkan aplikasi smartcity.jakarta.go.id sebagai sumber informasi Pemprov DKI Jakarta. Data yang terintegrasi antara lain jalur fiber optic, tinggi muka air,letak menara, pos polisi, hingga data kependudukan. Dashboard aplikasi smartcity akan dikelola di ruang control room di Balaikota. Integrasi CCTV juga menjadi keunggulan dashboard ini. Pimpinan dapat melihat langsung keadaan Jakarta melalui monitoring CCTV yang terintegrasi termasuk melihat ketinggian muka air.

 

Artikel Terbaru