3 July 2013 09:30
Para peneliti di Institut Teknologi Massachussetts (MIT) tengah mengembangkan sebuah sistem serupa x-ray, yang memungkinkan bisa melacak suatu objek bergerak (contohnya manusia) yang bahkan terhalang oleh dinding. Sistem ini diberi julukan “Wi-Vi”.

Wi-Vi berdasarkan konsep mirip radar dan sonar imaging. Ketimbang menggunakan sinyal berdaya tinggi, teknologi ini malah mengandalkan sinyal WiFi berkekuatan rendah untuk melacak pergerakan orang, meski berada di belakang dinding atau pintu tertutup. Kemungkinan, Wi-Vi memiliki kegunaan potensial dalam tindakan pencarian dan penyelamatan korban. Hebatnya, Wi-Vi ini memakan biaya lebih rendah ketimbang x-ray vision.

“Kami ingin menciptakan sebuah perangkat yang low-power, portabel, dan mudah digunakan oleh siapa saja. Wi-Vi bisa memberi orang kemampuan untuk melihat melalui dinding dan pintu tertutup,” kata Dina Katabi, seorang profesor di MIT Departemen Teknik Elektro dan Computer science.

Katabi tidak sendiri. Dia dibantu oleh seorang mahasiswa pascasarjana bernama Fadel Adib. Dikatakan, keduanya melakukan fine-tuned sistem untuk meniadakan refleksi yang tidak dibutuhkan, sehingga dapat fokus pada tubuh manusia yang bergerak. Sistem menggunakan dua antena transmisi dan penerima tunggal. Dua antena mengirimkan sinyal hampir identik, namun sinyal antena kedua mengirimkan kebalikan dari yang pertama.

Adib mengatakan, “Jadi, jika seseorang bergerak di balik dinding, semua refleksi dari benda statis akan dihilangkan, dan satu-satunya hal yang tercatat oleh perangkat adalah manusia bergerak.” Untuk lebih lanjut, Wi-Vi akan dipamerkan pada konferensi SIGCOMM di Hong Kong pada bulan Agustus mendatang. (Choiru Rizkia)

 

Sumber : www.gizmag.com