1 June 2012 11:00
Bagi pengguna handset Android, ancaman malware dan scam terus mengintai. Seiring berkembangnya popularitas Android membuat toko aplikasinya, Google Play Store, rawan akan kejahatan cyber. Tidak sedikit para pengembang aplikasi menyisipkan malware pada versi palsu dari sebuah aplikasi popular.

Dikutip SELULAR online dari BBC (24/5/2012), sebuah pengembang asal Latvia yang tidak diketahui namanya harus menurut saat dikenai sanksi berupa pembayaran denda. Perusahaan tersebut pernah telibat dalam posting-an aplikasi palsu semisal Angry Birds, Cut The Rope, dan Assassin’s Creed di Google Play Store. Sanksinya sangat memberatkan, berupa denda sebesar 50.000 poundsterling (US$78.453 atau Rp750.000.000) dan juga diharuskan membayar 28.000 poundsterling (US$43940 atau Rp400.000.000) kepada korban sebagai ganti rugi. Lebih dari seribu pengguna telah ditipu mentah-mentah oleh aplikasi berkedok asli semacam itu.

Sesudah pengguna mengunduh aplikasi tersebut, game-game tidak mau beroperasi di handset mereka. Tragisnya, para pengunduh aplikasi malah dikenai tarif layanan SMS premium sebanyak 5 poundsterling, dan para pengguna baru menyadarinya ketika melihat tagihan bulanan mereka.

Aksi merugikan semacam itu memang harus memberikan sanksi yang tegas kepada oknum tidak bertanggung jawab. Semoga saja ada cara yang lebih efektif menjerat pengembang palsu agar mereka tidak berani berulah lagi. (Choiru Rizkia)

 

Sumber : www.BBC.com