Dalam sesi Women Tech Founder, Tea Talk with Minister, Direktur Enterprise & Business Service Telkom Veranita Yosephine bersama Komisaris Independen Telkom Ira Noviarti dan Rofikoh Rokhim berdiskusi dengan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengenai kepemimpinan strategis, kolaborasi, serta pengembangan kapabilitas digital.
Bali Tech Week 2026 berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 dengan tema “Archipelago Ascending: Advance Together, Innovate Further”.
Forum ini menghadirkan lebih dari 5.000 delegasi dari puluhan negara dan menyatukan 13 program teknologi dalam satu agenda internasional.
Telkom bersama perusahaan-perusahaan operasional atau operating company (OpCo) di lingkungan TelkomGroup turut berpartisipasi dengan menampilkan infrastruktur, kapabilitas, dan solusi digital untuk mendukung kebutuhan industri.
Veranita mengatakan keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan perusahaan menjadi bagian dari perjalanan transformasi TelkomGroup.
Perspektif yang beragam dalam pengambilan keputusan strategis, menurutnya, dapat mendukung inovasi dan pengembangan ekosistem digital yang inklusif.
“Peran perempuan menjadi bagian penting dalam perjalanan transformasi TelkomGroup. Keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan keputusan strategis dapat memperkaya perspektif, mendorong inovasi, serta memperkuat kontribusi perusahaan dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Veranita.
Kepemimpinan Perempuan dalam Transformasi Digital
Sesi Women Tech Founder, Tea Talk with Minister menjadi bagian dari rangkaian diskusi BTW 2026 mengenai perkembangan teknologi dan kebutuhan industri digital.
Kehadiran Meutya Hafid, Veranita Yosephine, Ira Noviarti, dan Rofikoh Rokhim mempertemukan perspektif pemerintah dan perusahaan dalam membahas kepemimpinan serta penguatan kapabilitas digital nasional.
Dalam konteks transformasi digital, penguatan kedaulatan teknologi atau sovereign technology berkaitan dengan kemampuan suatu negara mengembangkan dan mengelola kapabilitas teknologi untuk memenuhi kebutuhan strategisnya.
Hal ini mencakup infrastruktur digital, pemanfaatan teknologi, serta keamanan dan ketahanan ekosistem digital.
TelkomGroup menempatkan infrastruktur dan solusi digital sebagai bagian dari dukungan terhadap transformasi industri nasional.
Pada saat yang sama, perusahaan menyoroti pentingnya lingkungan kerja yang inklusif agar lebih banyak perspektif dapat terlibat dalam pengambilan keputusan dan pengembangan inovasi.
BTW 2026 juga menghadirkan diskusi mengenai arah kebijakan dan pengembangan ekosistem digital Indonesia.
Sejumlah tokoh yang tampil dalam rangkaian acara tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, serta Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno.
Berbagai sesi membahas kebijakan, peluang kolaborasi, dan kebutuhan industri dalam mempercepat transformasi digital.
Forum ini menjadi tempat bagi pemangku kepentingan untuk bertukar pandangan mengenai pengembangan teknologi dan penguatan daya saing Indonesia.
TelkomGroup Andalkan Tiga Pilar Kedaulatan Digital
Dalam mendukung pembangunan digital nasional, TelkomGroup mengembangkan kapabilitas melalui tiga pilar utama, yaitu Sovereign Digital Infrastructure, Sovereign Intelligence & Impact, serta Sovereign Trust & Resilience.
Pilar Sovereign Digital Infrastructure berfokus pada infrastruktur digital yang mendukung konektivitas dan kebutuhan industri.
Infrastruktur tersebut menjadi fondasi bagi pemanfaatan berbagai layanan digital, baik oleh perusahaan maupun sektor lainnya.
Pilar kedua, Sovereign Intelligence & Impact, diarahkan pada pengembangan kapabilitas dan solusi digital, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Pemanfaatan teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan menghasilkan nilai tambah bagi berbagai sektor industri.
Sementara itu, Sovereign Trust & Resilience menitikberatkan pada aspek kepercayaan, keamanan, dan ketahanan ekosistem digital.
Pilar ini melengkapi kebutuhan infrastruktur dan pemanfaatan teknologi agar pengembangan layanan digital turut memperhatikan perlindungan serta keberlangsungan sistem.
Ketiga pilar tersebut menjadi kerangka pengembangan kapabilitas TelkomGroup dalam mendukung kebutuhan digital nasional.
Pendekatan ini menghubungkan penyediaan konektivitas dengan pengembangan solusi teknologi dan penguatan keamanan digital.
Telkom Solution Perkuat Layanan Digital B2B

Salah satu implementasi pilar Sovereign Intelligence & Impact dilakukan melalui penguatan Telkom Solution.
Inisiatif ini diarahkan untuk menggarap peluang bisnis Business-to-Business Information and Communication Technology (B2B ICT), yakni layanan teknologi informasi dan komunikasi yang ditujukan bagi pelanggan bisnis.
Veranita menyampaikan bahwa Telkom Solution memperkuat kesiapan sebagai penyedia solusi digital B2B melalui layanan konektivitas dan solusi ICT terintegrasi.
Portofolionya mencakup layanan pusat data atau data center, komputasi awan atau cloud, serta keamanan siber yang didukung pemanfaatan AI.
“Telkom Solution terus memperkuat kesiapan sebagai penyedia solusi digital B2B melalui layanan konektivitas dan solusi ICT terintegrasi dan didukung oleh teknologi AI, termasuk pada data center, cloud, serta keamanan siber. Kapabilitas tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan industri untuk mengadopsi teknologi secara aman, efisien, dan berkelanjutan,” kata Veranita.
Layanan tersebut ditujukan untuk membantu perusahaan memenuhi kebutuhan konektivitas, pengelolaan data, komputasi, dan perlindungan sistem digital.
Integrasi layanan juga menjadi bagian dari upaya TelkomGroup memperluas jangkauan solusi bagi pelanggan bisnis di pasar regional dan global.
Melalui Telkom Solution dan integrasi kapabilitas di seluruh ekosistemnya, TelkomGroup menyatakan akan terus mengembangkan konektivitas, keamanan digital, serta pemanfaatan AI untuk mendukung kebutuhan industri.
Perusahaan juga menempatkan penguatan kapabilitas tersebut sebagai bagian dari ambisi Indonesia untuk berkembang menjadi Indo-Pacific Digital Hub.
Partisipasi TelkomGroup di BTW 2026 mempertemukan agenda penguatan infrastruktur, pengembangan solusi digital, dan kepemimpinan dalam satu forum industri.
Sementara itu, diskusi mengenai peran perempuan menambah perspektif terkait kepemimpinan dan kolaborasi dalam perjalanan transformasi digital Indonesia.


