Selular.ID – Samsung dilaporkan akan meluncurkan kacamata pintar berbasis Android XR pada November 2026.
Perangkat yang disebut Intelligent Eyewear tersebut menjadi bagian dari kolaborasi Samsung dan Google untuk menghadirkan pengalaman AI berbasis Gemini dalam format kacamata, tanpa layar di depan mata.
Informasi mengenai jadwal tersebut disebut berasal dari seorang pejabat Samsung, meski tanggal peluncuran dan harga resminya belum diumumkan.
Samsung sebelumnya telah memperkenalkan Intelligent Eyewear pada Juli 2026 setelah memberikan gambaran awal perangkat tersebut dalam ajang Google I/O 2026. Kacamata ini dikembangkan bersama Google serta mitra eyewear Gentle Monster dan Warby Parker, dengan desain yang ditujukan untuk penggunaan sehari-hari.
Samsung menyebut koleksi pertama perangkat tersebut akan hadir pada musim gugur 2026 di sejumlah pasar.
Berbeda dari perangkat smart glasses yang memiliki layar, generasi pertama Intelligent Eyewear Samsung tidak menggunakan layar.
Perangkat mengandalkan kamera, mikrofon, dan speaker untuk menangkap konteks lingkungan serta memberikan respons melalui asisten AI Google Gemini. Pemrosesan AI yang lebih berat dilakukan dengan bantuan smartphone Galaxy yang terhubung.
Mengandalkan Gemini dan Smartphone Galaxy
Android XR merupakan sistem operasi Google yang dirancang untuk perangkat extended reality, termasuk headset dan kacamata pintar. Platform tersebut menggabungkan kemampuan AI Gemini dengan pemahaman terhadap lingkungan sekitar pengguna.
Pada Intelligent Eyewear Samsung, Gemini dapat digunakan melalui perintah suara. Kamera pada kacamata memungkinkan sistem memahami apa yang sedang dilihat pengguna, sementara speaker memungkinkan jawaban Gemini didengar tanpa harus mengeluarkan smartphone.
Konsep tersebut membuat kacamata berfungsi sebagai perangkat pendamping smartphone, bukan sebagai pengganti ponsel. Google sebelumnya menjelaskan bahwa AI glasses berbasis Android XR dapat digunakan untuk memperoleh petunjuk navigasi, menerjemahkan percakapan atau teks, mengambil foto, serta mendapatkan informasi mengenai lingkungan sekitar.
Samsung juga telah memperlihatkan kemampuan Intelligent Eyewear untuk terhubung dengan ekosistem Galaxy. Perangkat dirancang agar pengalaman AI dapat digunakan secara lebih praktis dalam aktivitas sehari-hari, termasuk saat bekerja, bepergian, atau membutuhkan bantuan tanpa harus memegang ponsel.
Dari sisi perangkat keras, laporan sebelumnya menyebut kacamata Samsung menggunakan Qualcomm Snapdragon AR1 Gen 1, chipset yang memang dirancang untuk perangkat kacamata pintar berukuran ringkas. Pemilihan platform tersebut berbeda dengan Galaxy XR, headset Samsung yang menggunakan Snapdragon XR2+ Gen 2.
Samsung Bidik Desain Lebih Ringan
Samsung juga berupaya menjadikan bobot sebagai salah satu aspek penting Intelligent Eyewear. Menurut laporan terbaru, perusahaan menargetkan bobot hingga sekitar 5 gram lebih ringan dibandingkan kacamata Ray-Ban Meta dengan kamera yang memiliki bobot sekitar 51 gram. Bobot final perangkat Samsung belum dikonfirmasi secara resmi.
Untuk desain, Samsung menggandeng dua perusahaan eyewear. Gentle Monster menghadirkan desain dengan karakter lebih fashion-forward, sedangkan Warby Parker mengembangkan pendekatan yang lebih diarahkan untuk penggunaan sehari-hari. Kedua desain tersebut diperkenalkan Samsung dan Google pada Google I/O 2026.
Kolaborasi tersebut memperlihatkan pendekatan berbeda dibandingkan perangkat XR berbentuk headset. Jika headset seperti Galaxy XR berfokus pada pengalaman komputasi spasial dengan ruang digital yang luas, Intelligent Eyewear dirancang agar dapat dikenakan dalam aktivitas harian seperti kacamata biasa.
Samsung sendiri memosisikan perangkat tersebut sebagai perluasan ekosistem Galaxy. Won-Joon Choi, Chief Operating Officer Mobile eXperience (MX) Business Samsung Electronics, mengatakan Intelligent Eyewear menjadi bentuk interaksi baru yang membawa bantuan AI lebih dekat dengan aktivitas pengguna sehari-hari.
Privasi Jadi Perhatian
Kehadiran kamera dan mikrofon pada kacamata pintar juga membawa perhatian terhadap aspek privasi. Kamera yang selalu berada di depan pengguna dapat merekam lingkungan sekitar, termasuk orang lain yang tidak sedang menggunakan perangkat tersebut.
Samsung menyatakan Intelligent Eyewear akan dilengkapi indikator LED di bagian dalam dan luar bingkai untuk menunjukkan ketika proses perekaman aktif. Jika indikator eksternal tersebut tertutup, kemampuan perekaman akan dinonaktifkan.
Isu tersebut menjadi bagian penting dalam pengembangan kacamata AI karena perangkat dikenakan langsung di wajah dan dapat digunakan di ruang publik.
Laporan itu menyebut regulator perlindungan data di Korea Selatan juga telah berdiskusi dengan Samsung mengenai cara memberi tahu orang di sekitar ketika kamera atau mikrofon perangkat sedang aktif.
Dari sisi pasar, Samsung memasuki kategori yang saat ini masih didominasi Meta. Data Counterpoint Research yang dikutip laporan terbaru menunjukkan model kacamata AI tanpa layar masih menjadi bagian terbesar dari pasar kacamata AI pada 2026.
Samsung belum mengumumkan harga Intelligent Eyewear maupun tanggal peluncuran spesifik pada November.
Namun, peluncuran tersebut akan menjadi langkah lanjutan Samsung dalam membangun ekosistem Android XR, setelah Galaxy XR menjadi perangkat headset pertama yang menjalankan platform tersebut.
Google juga menyatakan Android XR dikembangkan untuk mendukung berbagai bentuk perangkat, dari headset hingga kacamata pintar.
Baca Juga: Google Tambah Fitur Deteksi Kode Otentikasi Di Gmail Android


