Selular.ID – PT Jala Lintas Media (JLM) resmi memperkenal sistem kabel bawah laut (submarine cable backbone) terbaru bernama Insight yang menghubungkan rute Jakarta, Batam, hingga Singapura pada Kamis (8/10/2026).
Infrastruktur konektivitas internasional ini membentang sepanjang 1.123 kilometer dengan dukungan kapasitas transmisi data hingga 30 Terabit per detik (Tbps).
Victor Irianto, Chief Executive Officer PT Jala Lintas Media, menjelaskan Peluncuran Insight menandai langkah strategis JLM Group dalam mengeksplorasi pasar kapasitas grosir (wholesale) internasional sekaligus memperkuat ekosistem jaringan digital nasional.
Pembangunan jaringan kabel laut ini ditujukan untuk merespons lonjakan kebutuhan lebar pita (bandwidth) akibat pesatnya pertumbuhan kecerdasan buatan (AI), komputasi awan (cloud computing), pusat data (data center), serta penyediaan konten digital.
“Insight menyediakan layanan International Private Leased Circuit (IPLC) atau saluran sewa jaringan privat internasional, serta kapasitas IP Transit bagi penyedia jasa internet (ISP), operator telekomunikasi, dan penyedia layanan komputasi awan,”terang Victor.
Bahwa peluncuran Insight merupakan pencapaian penting dalam transformasi JLM Group dari penyedia infrastruktur domestik menjadi pemain infrastruktur berjangkauan internasional.
Melalui Insight, JLM menghadirkan jalur konektivitas alternatif yang menghubungkan Indonesia dengan Singapura guna mendukung pertumbuhan ekosistem digital di kawasan Asia Tenggara.
Dukungan Hyperscale Data Center dan Keragaman Rute Jaringan
Ketersediaan infrastruktur Insight dirancang untuk menopang operasional pusat data berskala raksasa (hyperscale data center) melalui penyediaan interkoneksi dan distribusi trafik data ke berbagai fasilitas data center di area Jakarta.
Mengingat kedudukan Singapura sebagai salah satu hub konektivitas dan layanan digital utama di Asia Tenggara, keberadaan rute Jakarta, Batam dan Singapura memberikan pilihan keragaman rute (route diversity) serta tingkat redundansi yang lebih kuat.
Hal ini menjamin stabilitas dan ketahanan jaringan (resiliency) dalam mengantisipasi lonjakan lalu lintas data lintas negara.
Selain menyasar pasar penyedia jasa jaringan (carrier) dan operator seluler, INSIGHT juga diposisikan untuk memenuhi kebutuhan konektivitas pelanggan segmen wholesale lainnya.
Arsitektur jaringan yang scalable memungkinkan kapasitas transmisi ditingkatkan secara bertahap sesuai dengan dinamika pertumbuhan trafik di masa depan.
Ekspansi Bisnis dan Transformasi Regional JLM Group
Inisiatif pengembangan kabel bawah laut ini sejalan dengan strategi jangka panjang JLM Group dalam memperluas cakupan layanan hingga ke pasar regional.
Peluncuran Insight tidak sekadar menambah portofolio aset fisik perusahaan, tetapi juga menjadi fondasi utama dalam memfasilitasi pertukaran data antarnegara yang terus berkembang pesat.
Victor Irianto menambahkan bahwa kehadiran Insight difokuskan untuk menjawab tantangan interkoneksi antar-data center yang kian kompleks.
Langkah ini mempertegas komitmen JLM Group untuk menyediakan infrastruktur digital yang andal bagi para pelaku industri telekomunikasi dan teknologi informasi.
Dengan beroperasinya kabel laut Insight sepanjang 1.123 kilometer ini, peta konektivitas internasional Indonesia memperoleh tambahan jalur transmisi berkapasitas besar.
Baca Juga:Panasnya Peta Persaingan Industri Internet, JLM Atur Strategi!
Keberadaan jaringan baru ini diharapkan dapat memperkuat daya saing ekosistem digital nasional serta memperlancar arus komunikasi data antara Indonesia dan pusat konektivitas global di Singapura.


