Selular.ID – Baik Xiaomi maupun Apple kembali memberikan sinyal kuat untuk meluncurkan produk smartphone terbaru mereka di pasar Indonesia.
Tiga model iPhone terbaru tercatat dalam database Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40 persen.
Berdasarkan database resmi P3DN Kemenperin, ketiga perangkat tersebut didaftarkan atas nama PT Apple Indonesia. Ketiganya masuk kategori telepon seluler yang mendukung jaringan seluler.
Tiga nomor model yang tercatat adalah A3714, A3717, dan A3720. Masing-masing memenuhi nilai TKDN sebesar 40 persen.
Baca juga:
- Sejumlah HP Android Flagship yang Bisa Menjegal iPhone 18, Xiaomi 18 hingga Vivo X500
- iPhone 18 Pro vs Galaxy S26 Ultra, Siapa Raja Flagship 2026?
Berdasarkan identifikasi model, A3714 dikaitkan dengan iPhone 18 Pro, sedangkan A3717 merupakan iPhone 18 Pro Max. Sementara A3720 merujuk pada iPhone Duo, yang disebut sebagai perangkat layar lipat pertama Apple.
Dengan demikian, daftar perangkat Apple yang tercatat dalam database P3DN Kemenperin meliputi:
- iPhone 18 Pro (A3714) – TKDN 40 persen
- iPhone 18 Pro Max (A3717) – TKDN 40 persen
- iPhone Duo (A3720) – TKDN 40 persen
Sinyal Kehadiran iPhone Baru di Indonesia
Pencatatan dalam database TKDN menjadi salah satu tahapan penting yang harus dipenuhi produsen perangkat telekomunikasi sebelum produk dapat dipasarkan di Indonesia.
Namun, sertifikasi atau pencatatan TKDN tidak otomatis berarti perangkat sudah mendapatkan izin untuk dijual secara resmi.
Masih terdapat sejumlah persyaratan lain yang harus dipenuhi produsen, termasuk proses sertifikasi dan ketentuan regulasi terkait perangkat telekomunikasi.
Kehadiran tiga model tersebut di database P3DN tetap menjadi perkembangan menarik bagi pasar smartphone Indonesia, terutama karena salah satunya dikaitkan dengan perangkat layar lipat Apple.
Jika seluruh persyaratan regulasi dapat dipenuhi, pasar Indonesia berpotensi kedatangan generasi baru iPhone dengan model Pro, Pro Max, serta perangkat foldable Apple.
Xiaomi Tidak Mau Ketinggalan
Xiaomi 18 Series juga semakin dekat dengan konsumen maupun komunitasnya di Indonesia.
Dua calon flagship terbaru Xiaomi, yakni Xiaomi 18 dan Xiaomi 18 Pro Max, terpantau telah lolos sertifikasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) Kementerian Perindustrian.
Berdasarkan penelusuran Selular.id di laman TKDN, dua smartphone Xiaomi dengan nomor model 2611FPNFAG dan 2609BPN61G telah mengantongi nilai TKDN sebesar 37,84 persen.
Keduanya juga tercatat mendukung jaringan telekomunikasi 5G.
Nomor model 2611FPNFAG diyakini merupakan Xiaomi 18 versi global, sedangkan 2609BPN61G mengarah pada Xiaomi 18 Pro Max.
Nomor model serupa sebelumnya juga muncul dalam database Eurasian Economic Commission (EEC), meski Xiaomi belum mengonfirmasi nama komersial kedua perangkat tersebut.
Lolosnya TKDN menjadi sinyal kuat Xiaomi 18 Series bakal masuk Indonesia.
Namun, sebelum resmi dipasarkan, perangkat masih harus mendapatkan sertifikasi Postel dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).
Xiaomi 18 Pro Belum Terlihat di TKDN
Menariknya, dari tiga model Xiaomi 18 Series yang dipersiapkan untuk pasar global, baru Xiaomi 18 dan Xiaomi 18 Pro Max yang terindikasi masuk Indonesia.
Hingga kini, belum ditemukan nomor model yang mengarah pada Xiaomi 18 Pro dalam database TKDN Kemenperin.
Ada dua kemungkinan, perangkat tersebut akan didaftarkan belakangan atau Xiaomi memang tidak berencana menjualnya di Indonesia.
Strategi kedua bukan sesuatu yang mengejutkan. Xiaomi sudah beberapa generasi tidak membawa model Pro ke pasar Indonesia. Terakhir kali Xiaomi menghadirkan varian Pro adalah Xiaomi 12 Pro pada 2022.
Selama beberapa generasi berikutnya, Xiaomi lebih memilih menawarkan model reguler dan varian tertinggi.
Bedanya, berdasarkan informasi Ximitime, generasi kali ini tidak akan memiliki Xiaomi 18 Ultra karena posisinya digantikan Xiaomi 18 Pro Max.
Jika informasi tersebut akurat, Xiaomi 18 Pro Max berpotensi menjadi smartphone Xiaomi paling premium yang masuk Indonesia pada generasi terbaru.



