Selular.ID -

Telkom Dorong Literasi AI dan Wellbeing Pelajar di Makassar

BACA JUGA

Selular.ID – Telkom Indonesia menghadirkan program EduMind Wellbeing & AI Camp di Makassar, Sulawesi Selatan, sebagai bagian dari inisiatif tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) di sektor pendidikan.

Kegiatan ini melibatkan 350 peserta yang terdiri dari 300 siswa dan 50 guru pendamping dari 10 SMA dan SMK untuk memperkenalkan pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) secara bijak sekaligus memperkuat perhatian terhadap kesejahteraan emosional pelajar.

Program tersebut menjadi bagian dari BISA PandAI melalui BISA Vokasi yang berfokus pada penerapan teknologi AI dalam pendidikan.

Pelaksanaan di Makassar menjadi tahap awal implementasi inisiatif yang dirancang untuk membekali siswa dengan kemampuan memanfaatkan teknologi secara kreatif dan produktif, sekaligus memperkenalkan pendekatan wellbeing dalam ekosistem pembelajaran digital.

Senior General Manager Social Responsibility Telkom Hery Susanto mengatakan pemanfaatan AI di sektor pendidikan perlu berjalan bersama dengan perhatian terhadap kondisi emosional pelajar.

“Melalui EduMind Wellbeing & AI Camp, Telkom sebagai perusahaan digital berkomitmen mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan yang bertanggung jawab di lingkungan pendidikan. Kami percaya bahwa transformasi digital perlu berjalan beriringan dengan upaya menjaga kesehatan mental para pelajar agar mereka tumbuh menjadi generasi yang cerdas, adaptif, dan berkarakter,” ujar Hery.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Telkom menyebut perkembangan teknologi AI yang semakin cepat turut mengubah cara teknologi digunakan dalam aktivitas pendidikan.

Kondisi tersebut membuat literasi AI menjadi bagian penting agar siswa dan guru dapat memahami penggunaan teknologi secara tepat dalam kegiatan pembelajaran.

Dalam program EduMind Wellbeing & AI Camp, siswa mendapatkan pembekalan sekaligus ruang eksplorasi untuk menggunakan AI secara bijak, kreatif, dan produktif.

Pemanfaatannya diarahkan untuk mendukung proses belajar, bukan sekadar mengenalkan teknologi sebagai alat baru.

Sementara itu, guru diperkenalkan dengan platform EduMind yang memiliki sejumlah fitur untuk membantu sekolah memantau kondisi psikologis siswa. Fitur tersebut mencakup weekly mood check-in, AI-assisted wellbeing monitoring, dan reporting system.

Weekly mood check-in memungkinkan sekolah memperoleh gambaran berkala mengenai kondisi emosional siswa. Sementara AI-assisted wellbeing monitoring memanfaatkan teknologi AI untuk membantu proses pemantauan tersebut.

Data yang terkumpul kemudian dapat ditampilkan melalui sistem pelaporan sehingga sekolah memiliki informasi untuk mendukung pemantauan siswa secara berkelanjutan.

Telkom Integrasikan AI dan Wellbeing

Pendekatan yang dibawa Telkom melalui EduMind Wellbeing & AI Camp tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis menggunakan AI.

Program tersebut menggabungkan literasi teknologi dengan aspek wellbeing, sehingga ekosistem pembelajaran digital turut memperhatikan kondisi emosional pelajar.

Langkah tersebut dilakukan di tengah meningkatnya penggunaan AI di Indonesia. Dalam materi yang disampaikan Telkom, Kementerian Komunikasi dan Digital RI mencatat tingkat adopsi AI di Indonesia pada 2026 telah mencapai 92%.

Tingkat adopsi tersebut menjadi konteks bagi Telkom untuk mendorong pemanfaatan AI yang disertai literasi dan tanggung jawab.

Di lingkungan pendidikan, kemampuan memahami cara kerja dan penggunaan AI menjadi penting karena siswa semakin berhadapan dengan teknologi digital dalam aktivitas belajar dan keseharian.

Program di Makassar juga melibatkan guru sebagai bagian dari ekosistem pendidikan. Kehadiran 50 guru pendamping dari 10 SMA dan SMK memungkinkan kegiatan tidak hanya berfokus pada siswa, tetapi juga memperkenalkan pendekatan dan perangkat pendukung kepada pihak sekolah.

Bagi guru, platform EduMind menjadi salah satu perangkat yang diperkenalkan untuk mendukung pemantauan kondisi siswa. Fitur berbasis AI dan sistem pelaporan yang tersedia diarahkan untuk membantu sekolah mendapatkan informasi mengenai wellbeing siswa secara berkala.

Sementara bagi siswa, materi program diarahkan pada eksplorasi pemanfaatan AI. Penggunaan teknologi tersebut ditempatkan dalam konteks pembelajaran agar peserta dapat memahami peluang pemanfaatannya secara kreatif dan produktif.

Bagian dari TJSL TelkomGroup

EduMind Wellbeing & AI Camp merupakan bagian dari implementasi program TJSL TelkomGroup di bidang pendidikan. Inisiatif ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Telkom dalam penguatan literasi digital dan pengembangan lingkungan belajar yang dapat beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Telkom juga mengaitkan program tersebut dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 mengenai Pendidikan Berkualitas.

Integrasi teknologi dan wellbeing menjadi pendekatan yang digunakan dalam program untuk mendukung pengalaman belajar yang lebih positif sekaligus membekali pelajar dengan kemampuan menghadapi perubahan teknologi.

Telkom menempatkan sekolah, guru, dan pemangku kepentingan pendidikan sebagai bagian dari kolaborasi dalam menjalankan program.

Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun lingkungan pendidikan yang inklusif dan mampu merespons perkembangan teknologi secara bertanggung jawab.

Hery mengatakan Telkom akan terus memperkuat kolaborasi dengan sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung ekosistem pendidikan.

“Telkom akan terus memperkuat kolaborasi bersama sekolah, guru, dan berbagai pemangku kepentingan untuk menghadirkan ekosistem pendidikan yang inklusif, sehat, dan siap menghadapi masa depan,” katanya.

Pelaksanaan EduMind Wellbeing & AI Camp di Makassar menjadi bagian dari agenda Telkom melalui BISA PandAI dengan BISA Vokasi. Program tersebut menggabungkan pembelajaran pemanfaatan AI dengan pengenalan perangkat pendukung wellbeing bagi sekolah.

Melalui kegiatan yang diikuti 350 peserta tersebut, Telkom mempertemukan aspek literasi teknologi dan perhatian terhadap kondisi emosional dalam satu program pendidikan.

Pendekatan ini menjadi bagian dari pelaksanaan TJSL TelkomGroup sekaligus kontribusi perusahaan terhadap penguatan pendidikan dan sumber daya manusia di Indonesia.

Baca Juga: Bank Mandiri Perkuat Penanganan Bencana di NTT

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU