Selular.ID – Pertamina resmi menutup rangkaian Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026 pada 23 September 2026 di Auditorium MyPertamina, Universitas Pertamina, Jakarta.
Program yang berlangsung lebih dari empat bulan sejak kick-off di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 21 Mei 2026 tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melalui kompetisi debat dan inovasi di bidang energi.
Penutupan PGTC 2026 ditandai dengan Grand Final Energy Debate Championship (EDC) serta pemberian penghargaan kepada pemenang EDC dan Energynovation Ideas Competition (EIC). Sebelumnya, babak final EIC telah berlangsung pada 22 September 2026 di lokasi yang sama.
Rangkaian final tersebut menjadi bagian dari agenda yang mempertemukan mahasiswa untuk menguji gagasan, kemampuan argumentasi, serta inovasi yang berkaitan dengan tantangan sektor energi.
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri mengatakan PGTC menjadi ruang yang mempertemukan pembelajaran di perguruan tinggi dengan kebutuhan dan tantangan industri energi.
“Saya masih ingat saat membuka PGTC di ITB bulan Mei lalu, saya titipkan pesan sederhana: stay curious, stay courageous. Hari ini saya tidak lagi hanya melihat rasa ingin tahu, tapi melihat bukti nyata keberanian adik-adik semua,” ujar Simon dalam sambutannya.
Menurut Simon, mahasiswa peserta PGTC 2026 telah melalui proses belajar, debat, penelitian, pengujian ide, hingga penyempurnaan gagasan selama program berlangsung.
Ia mengaitkan proses tersebut dengan tema PGTC 2026, “Move Faster, Impact Further”, sekaligus menekankan kontribusi generasi muda dalam menghadapi tantangan energi Indonesia.
22 Perguruan Tinggi Ikut Final Nasional
PGTC 2026 memasuki tahap final nasional dengan melibatkan perwakilan dari 22 perguruan tinggi di 12 provinsi.
Pada tahap tersebut, terdapat 16 tim Energy Debate Championship dan 10 finalis Energynovation Ideas Competition yang mengikuti rangkaian final di Jakarta pada 22–23 September 2026.
Sejumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi antara lain ITB, Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Pertanian Bogor (IPB), Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Brawijaya (UB), dan BINUS.
Final juga mempertemukan peserta dari Universitas Mataram, Universitas Riau, Universitas Sriwijaya, Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Universitas Udayana, Universitas Pasundan, Universitas President, serta Politeknik Keuangan Negara STAN. Persebaran peserta mencakup perguruan tinggi di Sumatera, Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.
Komposisi tersebut menjadi bagian dari format PGTC yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai latar belakang perguruan tinggi.
Dalam rangkaian final, peserta tidak hanya mengikuti kompetisi, tetapi juga mendapatkan ruang untuk bertukar gagasan dan menghubungkan perspektif akademik dengan kebutuhan industri energi.
EDC Uji Kemampuan Berargumentasi
Energy Debate Championship (EDC) menjadi salah satu kompetisi utama dalam PGTC 2026. Kompetisi ini memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan menyusun argumentasi berbasis bukti.
Sebanyak 16 tim mengikuti rangkaian kompetisi hingga mencapai Grand Final pada 23 September 2026.
Materi debat berkaitan dengan isu dan tantangan sektor energi, sehingga peserta perlu menyusun argumen berdasarkan informasi serta sudut pandang yang relevan dengan tema yang diberikan.
Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Khairul Munadi, S.T., M.Eng., mengatakan kompetisi tersebut memberikan pengalaman kepada mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan analisis dan menyampaikan gagasan secara terbuka.
“Adik-adik dilatih berpikir kritis, membangun argumen berbasis bukti, sekaligus berani menguji gagasan di hadapan publik,” ujar Khairul Munadi.
Ia juga menempatkan kompetisi tersebut dalam konteks konsep Dikti Saintek Berdampak atau Kampus Berdampak, yang mendorong perguruan tinggi agar tidak hanya menghasilkan keluaran akademik, tetapi juga menghubungkan pengetahuan dengan persoalan nyata di masyarakat.
EIC Dorong Gagasan Inovasi Energi
Selain debat, PGTC 2026 menghadirkan Energynovation Ideas Competition (EIC). Kompetisi ini berfokus pada gagasan inovasi, termasuk pengembangan teknologi dan model bisnis yang berkaitan dengan sektor energi.
Sebanyak 10 finalis EIC mempresentasikan gagasan mereka di hadapan dewan juri. Para peserta kemudian bersaing untuk mendapatkan posisi tiga besar dalam kompetisi tersebut.
Pada tahap penutupan PGTC 2026, para tamu juga dapat melihat booth karya finalis EIC. Booth tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menjelaskan karya dan gagasan yang mereka kembangkan sekaligus berinteraksi dengan pemangku kepentingan dari lingkungan Pertamina.
Format tersebut melengkapi kompetisi EDC yang berfokus pada kemampuan argumentasi. Jika EDC memberikan ruang untuk menguji gagasan melalui debat, EIC membawa peserta pada tahap pengembangan solusi dan inovasi di bidang energi.
Khairul Munadi mengatakan mahasiswa perlu melihat isu energi dari berbagai sisi, tidak hanya dari aspek teknis.
“Indonesia membutuhkan generasi baru yang melihat energi bukan sekadar persoalan teknis, melainkan multidimensi, dari teknologi, ekonomi, lingkungan, hingga keberlanjutan,” ujarnya.
Pertamina Libatkan Ekosistem Perusahaan
Penutupan PGTC 2026 juga menghadirkan booth Pertamina Group yang memberikan kesempatan kepada peserta dan tamu untuk mengenal lebih dekat ekosistem perusahaan.
Selain itu, Pertamina memberikan apresiasi kepada 16 entitas Subholding dan Anak Perusahaan Pertamina yang mendukung penyelenggaraan PGTC 2026.
Keterlibatan berbagai entitas tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan program yang menghubungkan mahasiswa dengan ekosistem industri energi Pertamina.
Sebelum mencapai final nasional, PGTC 2026 telah berlangsung sejak kick-off pada 21 Mei 2026 di ITB dan dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan serta roadshow di berbagai wilayah Indonesia.
Pertamina sebelumnya menyebut program tersebut sebagai ruang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, argumentasi, serta inovasi mahasiswa dalam menghadapi tantangan energi masa depan.
Melalui Energy Debate Championship dan Energynovation Ideas Competition, PGTC 2026 menempatkan kemampuan analisis dan pengembangan solusi sebagai dua bagian dalam proses pengembangan talenta muda.
Pertamina membawa tema “Energizing Acceleration for Future Impact” dalam rangkaian program tahun ini.
Penutupan PGTC 2026 menjadi akhir dari rangkaian program tahun ini, sekaligus menegaskan ruang kolaborasi antara Pertamina, perguruan tinggi, dan mahasiswa dalam membahas isu energi.
Bagi Pertamina, keterlibatan generasi muda diarahkan untuk membangun jejaring talenta yang dapat berkontribusi melalui gagasan, inovasi, dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan sektor energi Indonesia.
Baca Juga: Gelar Showcase, BUMN Goes to Campus Bertandang ke Telkom University


