Selular.ID – Apple memperpanjang perjanjian lisensi paten global dengan Qualcomm yang akan berlaku mulai 1 April 2027.
Kesepakatan ini membuat Apple tetap membayar royalti untuk penggunaan portofolio paten seluler Qualcomm, meski perusahaan tengah mengembangkan modem selulernya sendiri dan secara bertahap mengurangi ketergantungan pada modem Qualcomm.
Qualcomm mengumumkan pembaruan perjanjian tersebut pada Kamis, 24 September 2026. Perusahaan tidak mengungkap nilai finansial maupun durasi pasti dari perjanjian baru.
John Han, Executive Vice President sekaligus General Manager Qualcomm Technology Licensing (QTL), mengatakan Qualcomm senang dapat memperpanjang kerja sama lisensi dengan Apple.
Perjanjian lisensi paten ini berbeda dari kerja sama Qualcomm sebagai pemasok modem seluler untuk Apple.
Qualcomm sebelumnya memiliki kesepakatan memasok modem kepada Apple untuk peluncuran smartphone hingga 2026.
Karena itu, berakhir atau berkurangnya penggunaan modem Qualcomm oleh Apple tidak secara otomatis menghapus kewajiban lisensi atas teknologi yang tercakup dalam perjanjian paten.
Lisensi Paten Berlanjut Saat Apple Kembangkan Modem Sendiri
Hubungan lisensi Apple dan Qualcomm berawal dari penyelesaian sengketa hukum pada 2019.
Kedua perusahaan saat itu mengakhiri perselisihan terkait paten dan royalti teknologi seluler, kemudian menandatangani perjanjian lisensi paten global selama enam tahun yang berlaku mulai 1 April 2019.
Perjanjian tersebut kemudian memiliki opsi perpanjangan dua tahun.
Kesepakatan terbaru akan mulai berlaku setelah periode perjanjian saat ini berakhir pada 31 Maret 2027.
Namun, Qualcomm belum memberikan informasi apakah perpanjangan yang diumumkan pada September 2026 berlangsung selama dua tahun atau memiliki periode berbeda.
Sejumlah laporan sebelumnya menyebut adanya opsi perpanjangan dua tahun, tetapi durasi perjanjian terbaru belum dikonfirmasi oleh Qualcomm maupun Apple.
Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara lisensi kekayaan intelektual dan pembelian komponen.
Lisensi paten memberikan hak kepada perusahaan untuk menggunakan teknologi yang dilindungi paten, sedangkan pembelian modem merupakan hubungan pemasok dan pelanggan untuk komponen perangkat.
Qualcomm menjalankan bisnis tersebut melalui dua aktivitas utama.
Qualcomm Technology Licensing mengelola portofolio paten dan menghasilkan pendapatan terutama dari lisensi, sedangkan Qualcomm Technologies menjalankan sebagian besar aktivitas rekayasa, riset dan pengembangan serta bisnis produk semikonduktor.
Dalam laporan keuangannya, Qualcomm menjelaskan bahwa sebagian besar pendapatan QTL berasal dari lisensi dan royalti yang terkait dengan penjualan perangkat seluler oleh para pemegang lisensinya.
Perusahaan juga menyebut perjanjian lisensi paten dengan OEM utama umumnya memiliki jangka waktu panjang dan dinegosiasikan kembali menjelang masa berakhirnya.
Apple Kurangi Ketergantungan pada Modem Qualcomm
Perpanjangan lisensi ini berlangsung ketika Apple meningkatkan penggunaan teknologi modem yang dikembangkan sendiri.
Laporan terbaru mengenai perangkat Apple menunjukkan perusahaan mulai memperluas penggunaan modem hasil pengembangan internal.
MacRumors melaporkan iPhone 18 Pro dan iPhone Duo menggunakan modem C2 buatan Apple, sementara iPhone 18 Pro Max untuk pasar Amerika Serikat masih menggunakan modem Qualcomm.
Di luar Amerika Serikat, iPhone 18 Pro Max disebut menggunakan modem C2.
Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya Apple untuk mengembangkan lebih banyak komponen inti secara internal.
Modem seluler merupakan komponen yang menghubungkan perangkat dengan jaringan operator melalui teknologi seperti 4G dan 5G.
Namun, penggunaan modem buatan sendiri tidak serta-merta menghilangkan kebutuhan terhadap lisensi paten Qualcomm.
Teknologi komunikasi seluler terdiri atas berbagai standar dan inovasi yang dilindungi paten dari banyak pemegang kekayaan intelektual.
Qualcomm sendiri memiliki portofolio paten yang berkaitan dengan teknologi komunikasi nirkabel dan standar seluler.
Dalam laporan kepada regulator Amerika Serikat, Qualcomm menyatakan pendapatan QTL terutama berasal dari royalti atas penjualan perangkat yang menggunakan kekayaan intelektual berlisensi.
Model tersebut mencakup perangkat berbasis teknologi OFDMA, termasuk smartphone 4G dan 5G.
Nilai Royalti Belum Diungkap
Qualcomm dan Apple belum mengumumkan besaran pembayaran yang akan berlaku dalam perjanjian baru.
Informasi mengenai apakah struktur atau tingkat royalti berubah juga belum tersedia secara publik.
Hal ini berbeda dengan pengumuman Qualcomm pada 24 September yang hanya menyatakan bahwa perjanjian lisensi paten global dengan Apple telah diperbarui dan akan efektif mulai 1 April 2027.
Qualcomm tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai nilai ataupun jangka waktu kontrak.
Reuters juga melaporkan bahwa perpanjangan tersebut terjadi ketika Apple berupaya mengurangi ketergantungannya terhadap modem Qualcomm.
Laporan tersebut menegaskan bahwa yang diperpanjang adalah perjanjian lisensi paten, bukan kesepakatan pasokan chip modem.
Bagi Qualcomm, bisnis lisensi merupakan bagian terpisah dari bisnis penjualan chip.
Dalam laporan keuangan kuartal kedua tahun fiskal 2026, Qualcomm menyebut pendapatan QTL terutama berasal dari lisensi, sedangkan QCT merupakan segmen yang mencakup bisnis semikonduktor seperti modem dan platform lainnya.
Pemisahan tersebut membuat hubungan bisnis Qualcomm dan Apple tetap berlanjut meskipun komponen yang digunakan Apple berubah.
Apple dapat mengembangkan modem sendiri sekaligus tetap memperoleh lisensi untuk teknologi yang tercakup dalam portofolio paten Qualcomm.
Berbeda dari Lisensi Paten Apple dengan InterDigital
Apple juga memiliki perjanjian lisensi paten dengan pemegang kekayaan intelektual lain.
Salah satunya adalah InterDigital, yang dalam laporan tahunannya menyebut telah memperbarui perjanjian lisensi paten dengan Apple pada 2022.
Perjanjian InterDigital tersebut bersifat global, non-eksklusif, dan berbasis royalti, serta mencakup bisnis Apple yang menjual produk dengan kemampuan 3G, 4G, dan generasi seluler berikutnya.
Masa berlaku perjanjian tersebut tercatat hingga 30 September 2029.
Konteks ini memperlihatkan bahwa pembayaran royalti paten pada industri perangkat seluler tidak hanya berkaitan dengan satu pemasok chipset.
Produsen perangkat dapat menggunakan teknologi yang dikembangkan sendiri, tetapi tetap perlu memperoleh lisensi atas paten pihak lain yang relevan dengan standar komunikasi atau teknologi yang digunakan produknya.
Mulai 1 April 2027, hubungan Apple dan Qualcomm memasuki fase baru melalui perpanjangan lisensi paten global.
Qualcomm belum mengungkap durasi serta nilai kontrak tersebut, sementara Apple terus memperluas penggunaan modem yang dikembangkan secara internal.
Kedua perkembangan itu berlangsung secara bersamaan, tetapi merupakan dua hubungan bisnis yang berbeda: lisensi atas kekayaan intelektual dan pasokan komponen modem.
Baca Juga: Qualcomm Snapdragon C Bidik Laptop Rp5 Jutaan, Bawa 8 Core


