Selular.ID – Kepala Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN), Dony Oskaria mengungkap 34 entitas bisnis PT Telkom Indonesia dipangkas tahun ini.
Menyusul upaya mengejar transformasi Telkom yang ditarget rampung pada 2027, tahun depan.
Saat ini Telkom mengelola 67 entitas, terdiri atas 58 anak perusahaan dan 9 investasi minoritas.
Sebagai bagian dari program streamlining, sebanyak 34 entitas dipangkas untuk membangun organisasi yang lebih ramping, efisien, dan kompetitif.
Baca juga:
- Telkom Rampungkan Spin-Off InfraCo Tahap 2, InfraNexia Pilar Bisnis Wholesale Connectivity
- Telkom Akses Perluas Fiberisasi dan Bangun 366 Ribu Port Baru
Langkah ini sejalan dengan pembentukan Strategic Holding Organization yang rampung pada 2027.
“Transformasi bukan soal mengubah struktur semata. Yang paling penting, perusahaan bisa bergerak lebih cepat, lebih efisien, dan menciptakan nilai yang lebih besar,” ujar Dony, mengutip keterangan resmi, Senin (10/8/2026).
Chief Operating Officer (COO) Danantara itu turut membahas prses transformasi dengan jajaran direksi Telkom Indonesia.
Fokusnya mencakup implementasi Strategic Holding Organization, percepatan program streamlining, serta penguatan leadership pipeline guna memperkuat tata kelola, sinergi bisnis, dan penciptaan nilai jangka panjang.
Dony menerangkan, Telkom didorong menjadi perusahaan digital nasional yang lebih adaptif dan berdaya saing global.
Penyederhanaan struktur organisasi diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan, meningkatkan efisiensi operasional, sekaligus memperkuat fokus bisnis perusahaan.
Selain penyederhanaan organisasi, penguatan leadership pipeline juga menjadi salah satu fokus transformasi untuk memastikan Telkom memiliki talenta kepemimpinan yang siap menghadapi dinamika industri digital.
“Dengan struktur yang lebih sederhana, kepemimpinan yang kuat, dan portofolio bisnis yang lebih optimal, Telkom diharapkan mampu mempercepat inovasi serta memperkuat kontribusinya dalam mendukung transformasi digital Indonesia,” jelasnnya.
Danantara Pangkas 652 Entitas BUMN
Sebelumnya, Badan Pengelola Investasi Danantara dan Badan Pengaturan BUMN akan memangkas sekitar 652 entitas perusahaan pelat merah.
Sehingga, nantinya tersisa hanya 250 entitas BUMN.
Kepala BP BUMN, Dony Oskaria menerangkan upaya penataan dilakukan melalui skema merger hingga akuisisi. Hingga 31 Juli 2026, 274 BUMN sudah berhasil ditata.
“Kami laporkan sebelumnya bagaimana kami melakukan streamlining. Nah, result-nya sekarang sudah 274 perusahaan yang kita lakukan streamlining,” kata Dony dalam keterangan resmi, dikutip Senin (10/8/2026).
“Kurang lebih nanti total yang akan kita selesaikan itu 652 perusahaan yang akan hilang. Dan sehingga nanti kita hanya akan punya 250 perusahaan,” tandasnya.


