Selular.ID -

Huawei dan BSSN Perbarui Kerja Sama Strategis Perkuat Ekosistem Keamanan Siber Indonesia

BACA JUGA

Selular.ID – Huawei kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan pengetahuan di bidang keamanan siber melalui pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama keamanan siber dengan Badan Siber dan Sandi Negara Republik Indonesia (BSSN).

Kerjasama BSSN dan Huawei ditandatangani oleh Nugroho Sulistyo Budi, Kepala BSSN dan Guo Hailong, CEO Huawei Indonesia.

Turut menyaksikan upacara penandatanganan MoU tersebut, Sean Yang, Huawei Global Cybersecurity and Privacy Officer.

Dalam sambutannya, Kepala BSSN, Nugroho Sulistyo Budi, mengapresiasi Huawei Indonesia atas kemitraan yang telah terjalin selama beberapa tahun terakhir.

Baca juga:

Menurutnya, pembaruan Nota Kesepahaman ini bukan sekadar memperpanjang masa kerja sama, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dalam membangun kapasitas keamanan siber nasional.

“Sejalan dengan semangat quad-helix dalam Strategi Keamanan Siber dan Sandi, sektor swasta memiliki peran penting dalam melindungi ruang siber nasional,” ujar Kepala BSSN Nugroho.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Oleh karena itu, menurut Nugroho, kerja sama yang kuat dan berkelanjutan antara BSSN dan Huawei menjadi sangat penting.

“Kami berharap Huawei terus mendukung dan mendorong peningkatan kesadaran masyarakat terhadap keamanan siber. Melalui pembaruan Nota Kesepahaman ini, kolaborasi antara BSSN dan Huawei diharapkan mampu menjadi katalis bagi lahirnya berbagai program yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan keamanan siber Indonesia,” sambungnya.

Sean Yang, Huawei Global Cybersecurity and Privacy Officer, menegaskan bahwa kolaborasi mendorong kemajuan, dan landasan dari kolaborasi adalah kepercayaan.

“Pada akhirnya, interaksi kita di dunia ini didasarkan pada kepercayaan. Membangun ekosistem kepercayaan digital yang tangguh memerlukan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan,” umar Sean Yang.

Dia berharap semua pemangku kepentingan utama di bidang keamanan siber dapat semakin mempererat kolaborasi untuk saling mendukung.

“Dengan bekerja sama, kita dapat membangun dunia cerdas yang berlandaskan kepercayaan digital. Oleh karena itu, hari ini menandai tonggak penting bagi kerja sama keamanan siber kita,” ungkapnya.

“Sekali lagi, terima kasih kepada BSSN atas kolaborasi yang bermanfaat dalam mengembangkan ekosistem digital yang aman dan tepercaya di Indonesia,” lanjutnya.

Tantangan Kompleks

Sementara itu, Cyber Security and Privacy Officer (CSPO) Huawei Indonesia, Syarbeni, menambahkan keamanan siber merupakan tantangan yang kompleks dan tidak dapat diatasi hanya dengan memperbaiki satu kelemahan pada satu waktu – diperlukan kolaborasi dari seluruh pihak.

“Untuk menghadapi ancaman siber secara efektif, dibutuhkan pendekatan yang terkoordinasi dengan melibatkan seluruh sektor industri serta masyarakat luas,” katanya.

“Dengan menggabungkan kekuatan, berbagi praktik terbaik, dan bekerja sama secara erat, kita dapat membangun kapabilitas yang lebih kuat sekaligus memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap keamanan siber dan privasi data,” imbuhnya.

Nota Kesepahaman (MoU) mengenai Pengembangan Keamanan Siber antara BSSN dan Huawei pertama kali ditandatangani pada 29 Oktober 2019, kemudian diperbarui pada tahun 2021 dan 2023.

Hingga saat ini, kemitraan tersebut telah menghasilkan lebih dari 200 kegiatan kolaboratif yang melibatkan lebih dari 39.000 peserta, termasuk berbagai program pengembangan keterampilan khusus di bidang pertahanan berbasis AI dan keamanan siber industri, sebagai wujud kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem keamanan siber di Indonesia.

Kemitraan pemerintah dan swasta ini telah menghasilkan berbagai inisiatif, mulai dari penyusunan makalah riset bersama, penyelenggaraan seminar, pelatihan, kampanye peningkatan kesadaran, asesmen tingkat kematangan (maturity assessment), pengembangan kapabilitas, hingga berbagi praktik terbaik berdasarkan standar global.

Sinergi ini juga menegaskan komitmen kedua belah pihak dalam memitigasi tantangan keamanan di era AI dan komputasi kuantum, sekaligus membangun ekosistem digital yang tangguh melalui pertukaran pengetahuan lintas negara dan pengembangan talenta secara berkelanjutan.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU