Selular.ID – Upaya memperkuat penetrasi saluran distribusi fisik, perusahaan Motorola di Indonesia menargetkan pengerahan hingga 1.000 tenaga promotor ritel yang akan ditempatkan secara bertahap sepanjang tahun ini.
Langkah strategis ini diambil guna mengejar ketertinggalan kinerja tahun pertama sekaligus merespons peningkatan permintaan pasar terhadap lini produk.
Akselerasi saluran distribusi offline ini menandai pergeseran strategi Motorola Indonesia yang pada fase awal penetrasinya fokus pada pemasaran daring (online).
Langkah penetrasi fisik dilakukan dengan memperluas kemitraan ritel bersama jaringan toko modern seperti Erafone dan DigiPlus, serta toko-toko independen di pusat perdagangan ponsel utama seperti ITC Roxy Mas dan WTC.
Kehadiran fisik ini dirancang untuk memberikan pengalaman ritel langsung bagi konsumen sebelum menentukan keputusan pembelian.
Bagus Prasetyo, Country Head Motorola Indonesia menjelaskan bahwa perusahaan fokus melakukan penetrasi cepat di pasar ritel fisik seiring perkembangan tim internal dan dinamika permintaan industri.
“Percepatan di saluran offline menjadi prioritas utama pada fase pertumbuhan saat ini guna memberikan aksesibilitas produk yang lebih luas kepada konsumen di berbagai wilayah,”unkap Bagus, di Bincang Eksekutif Selular.
Posisi Pasar dan Penyerapan Produk
Lebih jauh Bagus menuturkan, meskipun industri smartphone sempat menghadapi tantangan fluktuasi harga komponen seperti memori (RAM), Motorola mengeklaim tetap mampu mempertahankan performa bisnis yang stabil.
Pada tahun pertama penetrasinya, posisi Motorola masih berada di luar sepuluh besar pangsa pasar smartphone nasional.
Namun, berdasarkan evaluasi kuartal terakhir, posisi merek ini melesat mendekati jajaran lima besar di Indonesia.
Capaian pertumbuhan tersebut dicapai melalui pendekatan dua tahap: memastikan efektivitas komunikasi pemasaran pada setiap peluncuran produk, diikuti oleh peningkatan skala distribusi (scaling up).
“Setelah mengoptimalkan saluran online untuk melihat respons awal pasar, Motorola mengeksekusi ekspansi ke saluran offline secara agresif guna menjangkau segmen konsumen yang lebih luas,”kata Bagus.
Bagus menambahkan, langkah Motorola menggarap toko ritel tradisional maupun modern merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem distribusi yang berkelanjutan.
Dalam strategi ekspansi offline ini, Motorola merangkul para dealer dan distributor lokal untuk mengoptimalkan pengalaman konsumen di titik penjualan.
Pendekatan ini dinilai krusial untuk menjaga daya saing di tengah kompetisi industri seluler yang sangat dinamis.
Melalui ekspansi jaringan penjualan fisik dan penambahan ribuan tenaga promotor di lapangan, Motorola Indonesia memproyeksikan peningkatan aksesibilitas teknologi bagi masyarakat luas.
Baca Juga:Motorola Tebar Pesona AI Terjangkau demi Curi Perhatian Pasar HP Anak Muda
Perusahaan berkomitmen melanjutkan kolaborasi dengan berbagai mitra ritel lokal guna memperkuat fondasi bisnis dan mempertahankan tren pertumbuhan positif di pasar smartphone Indonesia pada masa mendatang.



