Selular.ID – Google secara resmi memutuskan untuk menghentikan layanan asisten virtual lawasnya, Google Assistant, secara permanen di perangkat bersistem operasi Android dan Wear OS mulai September 2026.
Raksasa teknologi asal Mountain View, Amerika Serikat ini mewajibkan para pengguna untuk mengalihkan seluruh integrasi navigasi suara dan kontrol pintar mereka ke platform asisten berbasis kecerdasan buatan teranyar, Google Gemini.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi konsolidasi ekosistem Google dalam mempercepat adopsi teknologi generative AI pada perangkat genggam dan sandang (wearable).
Transisi tersebut menandai akhir dari era asisten suara konvensional yang telah diperkenalkan Google sejak 2016, guna digantikan oleh infrastruktur kecerdasan buatan yang lebih adaptif dan kontekstual.
Penghentian layanan ini berlaku bagi seluruh perangkat smartphone Android serta jam tangan pintar berbasis Wear OS yang masih menjalankan integrasi Google Assistant secara bawaan.
Pihak Google mengonfirmasi bahwa setelah tenggat waktu September mendatang, akses panggilan suara konvensional menggunakan perintah “Hey Google” pada Assistant lama tidak lagi berfungsi dan akan secara otomatis mengarahkan pengguna untuk mengaktifkan Gemini.
Proses migrasi ini dirancang untuk berjalan otomatis pada sebagian besar perangkat yang mendukung ekosistem Google Play Services.
Pengguna hanya perlu melakukan pembaruan aplikasi Google dan menyetujui pengalihan sistem ke Google Gemini melalui pop-up petunjuk yang muncul pada layar perangkat.
Untuk perangkat jam tangan pintar Wear OS, pembaruan perangkat lunak akan langsung menggantikan pintasan asisten suara lama dengan antarmuka Gemini secara otomatis.
Transisi besar-besaran ini didasari oleh perbedaan arsitektur mendasar antara kedua teknologi tersebut.
Google Assistant bekerja berbasis perintah suara terstruktur dan respons skrip kaku.
Sedangkan Google Gemini dibangun di atas model bahasa besar (Large Language Model atau LLM) yang mampu memahami percakapan kompleks, memproses teks, audio, serta gambar secara multimodal dalam satu waktu.
Penerapan Google Gemini sebagai asisten utama di Android dan Wear OS memungkinkan integrasi data yang lebih dalam antaraplikasi ekosistem Google.
Pengguna kini dapat meminta asisten AI ini untuk merangkum isi email di Gmail, mencari dokumen spesifik di Google Drive, hingga mengatur rute perjalanan di Google Maps hanya dalam satu perintah suara yang dinamis tanpa perlu menggunakan format kalimat kaku.
Meski demikian, Google tetap memberikan perhatian khusus pada masa transisi ini agar fitur kontrol rumah pintar (smart home) tetap berjalan stabil.
Seluruh perintah pintas untuk mengontrol perangkat IoT (Internet of Things) yang sebelumnya terhubung via Google Home telah dipindahkan ke dalam arsitektur Gemini, sehingga pengguna tidak perlu melakukan konfigurasi ulang dari awal.
Kebijakan penutupan Google Assistant ini menegaskan fokus penuh Google dalam menempatkan kecerdasan buatan sebagai inti dari sistem operasi selulernya.
Dengan terpusatnya seluruh fungsi asisten suara pada Google Gemini, pengembangan fitur AI ke depan dipastikan akan berlangsung lebih cepat dan terpadu di seluruh lini perangkat ekosistem Android.


