Selular.ID -

Sony Rogoh Rp600 Miliar Ubah Pabrik Disc PlayStation Jadi Fasilitas Optik

BACA JUGA

Selular.id – Sony ternyata sudah lama mempersiapkan transisi PlayStation menuju era distribusi digital. Tak lama setelah mengumumkan penghentian produksi game PlayStation berbasis disc mulai Januari 2028, terungkap bahwa perusahaan telah menginvestasikan sekitar €30 juta atau sekitar US$34 juta (sekitar Rp611 miliar) untuk mengubah pabrik disc PlayStation di Austria menjadi fasilitas produksi lensa optik mikro (optical microlenses).

Investasi tersebut dilakukan di fasilitas Sony Digital Audio Disc Corporation (DADC) yang berlokasi di Thalgau, Salzburg, Austria. Menurut laporan ORF Salzburg yang dikutip Engadget, proses konversi pabrik sebenarnya sudah berjalan cukup lama, meski para karyawan baru mendapat penjelasan resmi pada 1 Juli 2026, bertepatan dengan pengumuman Sony mengenai berakhirnya distribusi game PlayStation dalam format fisik.

Langkah ini memperlihatkan bahwa keputusan Sony meninggalkan media fisik bukanlah respons jangka pendek, melainkan bagian dari strategi bisnis yang telah disiapkan selama beberapa tahun terakhir.

Sebelumnya, Sony Interactive Entertainment telah mengumumkan seluruh game PlayStation baru yang dirilis mulai Januari 2028 hanya akan tersedia dalam format digital melalui PlayStation Store maupun retailer yang menjual kode digital.

Pabrik di Thalgau memiliki sejarah panjang dalam industri media optik Sony. Saat ini fasilitas tersebut mampu memproduksi sekitar 600.000 keping disc setiap hari, dengan sekitar separuh produksinya digunakan untuk game PlayStation.

Namun, CEO Sony DADC, Dietmar Tanzer, memperkirakan volume produksi disc akan turun hingga hanya sekitar 10 persen dari kapasitas saat ini ketika kebijakan digital penuh mulai berlaku pada 2028.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

Alih fungsi pabrik dilakukan untuk memproduksi optical microlenses, yakni lensa berukuran sangat kecil yang berfungsi mengendalikan dan memfokuskan cahaya.

Komponen ini kini semakin banyak digunakan dalam berbagai perangkat teknologi modern, mulai dari sensor kamera smartphone, headset augmented reality (AR) dan virtual reality (VR), jaringan serat optik, hingga perangkat medis berpresisi tinggi.

Perubahan fokus produksi tersebut menunjukkan Sony melihat peluang bisnis yang lebih besar di sektor komponen optik dibandingkan mempertahankan produksi media fisik yang permintaannya terus menurun.

Dalam beberapa tahun terakhir, perusahaan memang semakin agresif mengembangkan teknologi sensor gambar dan berbagai komponen optik untuk kebutuhan industri elektronik.

Meski lini produksi disc akan dikurangi secara drastis, Sony memastikan tidak akan melakukan pemutusan hubungan kerja di fasilitas tersebut. Sekitar 300 karyawan yang saat ini bekerja di pabrik Thalgau akan tetap dipertahankan dan mengikuti program pelatihan untuk memproduksi optical microlenses. Sony bahkan menargetkan produksi komponen optik itu dapat dimulai pada tahun depan.

Fasilitas di Austria memiliki posisi penting dalam sejarah Sony DADC. Setelah perusahaan menutup pabrik media optiknya di Terre Haute, Indiana, Amerika Serikat, pada 2022, Thalgau menjadi pusat utama manufaktur disc milik Sony.

Selama beroperasi, Sony DADC tercatat telah memproduksi lebih dari 26 miliar keping disc, termasuk sekitar 23 miliar disc yang sebelumnya diproduksi di Amerika Serikat sejak 1983.

Keputusan Sony mengalihkan fungsi pabrik ini juga sejalan dengan perubahan pola konsumsi gamer di seluruh dunia. Berdasarkan data yang disampaikan perusahaan sebelumnya, mayoritas penjualan game PlayStation kini berasal dari kanal digital.

Sony menyebut preferensi konsumen terhadap media digital sudah jauh melampaui pembelian game dalam bentuk fisik, sehingga distribusi digital menjadi arah bisnis yang dinilai paling relevan untuk masa depan PlayStation.

Strategi tersebut sebenarnya sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Sony menghadirkan PlayStation 5 Digital Edition tanpa disc drive, kemudian melanjutkannya melalui PlayStation 5 Pro yang hanya tersedia dalam versi digital dengan opsi pembelian disc drive eksternal secara terpisah.

Langkah tersebut menjadi fondasi sebelum perusahaan sepenuhnya menghentikan distribusi game fisik pada 2028.

Transformasi pabrik di Austria menjadi fasilitas produksi lensa optik juga memperlihatkan bagaimana Sony mengalihkan investasi ke bisnis dengan prospek pertumbuhan lebih tinggi.

Permintaan terhadap sensor kamera, perangkat mixed reality, teknologi otomotif, hingga infrastruktur komunikasi optik diperkirakan terus meningkat dalam beberapa tahun ke depan, sehingga komponen seperti optical microlenses memiliki potensi pasar yang jauh lebih luas dibandingkan media penyimpanan berbasis disc.

Bagi industri game, perubahan ini menjadi simbol berakhirnya salah satu babak penting dalam sejarah PlayStation. Namun di sisi lain, langkah tersebut menegaskan bahwa Sony tidak hanya mengubah cara mendistribusikan game, tetapi juga mulai mentransformasi aset manufakturnya agar tetap relevan dengan kebutuhan industri teknologi di masa mendatang.

Baca juga: Sony Siapkan Teknologi AI Frame Generation untuk PlayStation

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU