Selular.ID – Samsung Electronics mulai menaikkan biaya perbaikan smartphone di Korea Selatan pada Juli 2026.
Kenaikan tersebut berlaku untuk harga komponen servis berbagai model Galaxy, termasuk layar, baterai, dan suku cadang lainnya, menyusul meningkatnya biaya material dan komponen yang digunakan dalam layanan purna jual.
Kebijakan ini diumumkan melalui jaringan layanan resmi Samsung di Korea Selatan dan mulai diterapkan pada bulan ini.
Perubahan tarif tersebut merupakan penyesuaian kedua yang dilakukan Samsung sepanjang 2026.
Sebelumnya, perusahaan juga menaikkan biaya layanan pada Januari, sementara penyesuaian terbaru difokuskan pada harga material atau suku cadang yang digunakan dalam proses perbaikan perangkat.
Menurut laporan industri di Korea Selatan, kenaikan harga komponen dipengaruhi oleh meningkatnya biaya bahan baku dan komponen elektronik yang masih berlanjut di rantai pasok global.
Samsung belum mengumumkan perubahan pada kebijakan garansi maupun prosedur layanan.
Perusahaan tetap menggunakan skema perhitungan biaya servis yang terdiri atas harga komponen, biaya teknisi, dan biaya layanan sesuai ketentuan yang berlaku di pusat servis resmi.
Penyesuaian harga ini berdampak pada berbagai model smartphone Galaxy, baik kelas premium maupun menengah.
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan media Korea Selatan, biaya komponen untuk sejumlah perangkat mengalami kenaikan sekitar 5 persen, meski besarnya penyesuaian berbeda bergantung pada jenis perangkat dan komponen yang diganti.
Sementara itu, produk elektronik rumah tangga dilaporkan mengalami kenaikan biaya material servis yang lebih tinggi, sekitar 9 persen.
Laporan tersebut mengaitkan kenaikan biaya dengan fenomena yang dikenal sebagai chipflation, yakni meningkatnya harga semikonduktor dan komponen elektronik yang kemudian memengaruhi biaya produksi maupun layanan purna jual.
Selain produsen perangkat, penyedia layanan servis juga menghadapi kenaikan harga komponen sehingga berdampak pada tarif perbaikan yang dibayarkan konsumen.
Dalam sistem layanan Samsung Korea, total biaya perbaikan dihitung dari tiga komponen utama, yaitu harga suku cadang, biaya teknis berdasarkan tingkat kesulitan perbaikan, serta biaya layanan.
Besaran biaya akhir dapat berbeda tergantung model perangkat dan jenis kerusakan yang ditemukan saat proses pemeriksaan oleh teknisi.
Di sisi lain, Samsung tetap mempertahankan sejumlah inisiatif untuk membantu menekan biaya perbaikan pelanggan.
Salah satunya melalui penggunaan refurbished parts atau komponen rekondisi untuk model tertentu.
Komponen tersebut berasal dari perangkat yang telah melalui proses inspeksi dan perbaikan sehingga memiliki kualitas yang setara dengan komponen baru, namun dapat ditawarkan dengan harga yang lebih rendah.
Samsung menyebut penggunaan komponen rekondisi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi limbah elektronik sekaligus mendukung ekonomi sirkular.
Selain itu, Samsung terus memperluas jaringan layanan purna jual di Korea Selatan melalui program Direct Service atau “Baro Service”.
Program ini memungkinkan pelanggan memperoleh pemeriksaan, konsultasi, dan perbaikan perangkat Galaxy di gerai Samsung Store tertentu tanpa harus mengunjungi pusat layanan konvensional.
Langkah tersebut ditujukan untuk meningkatkan aksesibilitas layanan meskipun biaya perbaikan mengalami penyesuaian.
Kenaikan biaya servis terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap umur pakai perangkat dan kebijakan right to repair yang berkembang di berbagai negara.
Konsumen kini semakin mempertimbangkan biaya kepemilikan perangkat dalam jangka panjang, termasuk biaya penggantian layar, baterai, maupun komponen lain setelah masa garansi berakhir.
Hingga saat ini, penyesuaian harga yang diumumkan Samsung berlaku untuk pasar Korea Selatan. Belum ada informasi resmi mengenai penerapan kebijakan serupa di negara lain, termasuk Indonesia.
Kebijakan biaya servis di setiap pasar dapat berbeda karena dipengaruhi harga komponen, struktur biaya operasional, serta regulasi lokal yang berlaku.
Baca Juga: Kulkas AI Samsung Harga Rp14 Jutaan Diklaim Hemat Energi


