Selular.ID – Google menambahkan keterangan baru untuk membantu pengguna mengetahui apakah sebuah iklan dibuat atau diedit dengan kecerdasan buatan.
Namun, untuk iklan yang dibuat di luar layanan Google, ketepatan informasi itu masih bergantung pada keterangan dari pengiklan.
Dalam laporan CNET, Senin (13/7/2026) menyebut fitur tersebut tersedia di bagian “Bagaimana iklan ini dibuat” dalam panel Pusat Iklan Saya.
Panel itu dapat dibuka melalui menu tiga titik atau ikon informasi pada iklan di Google Search, YouTube, dan Discover.
Fitur ini muncul ketika penggunaan AI generatif dalam industri iklan terus meningkat.
Baca juga:
- AWS dan Google Kembali Dapat Saingan di Bisnis Cloud AI, Kini Hadir Meta
- Meta Cabut Fitur AI Instagram Usai Tuai Kritik
AI generatif adalah teknologi yang dapat membuat konten baru, seperti gambar, teks, suara, atau video, berdasarkan perintah pengguna.
Bagi pengiklan, teknologi tersebut dapat mempercepat produksi, menekan biaya, dan membuka lebih banyak pilihan kreatif.
Namun, bagi konsumen, hasilnya juga bisa membingungkan.
Sebuah produk, misalnya, dapat ditampilkan dalam suasana atau lingkungan yang sebenarnya tidak pernah ada.
Visual semacam itu bisa memengaruhi keputusan pembelian, terutama bila pengguna tidak mengetahui bahwa materi iklan telah dibuat atau diubah dengan AI.
Google mengatakan iklan yang dibuat memakai perangkat AI generatif miliknya akan disertai keterangan di panel Pusat Iklan Saya.
Untuk iklan yang dibuat melalui platform lain, pengiklan dapat memberi tahu Google apakah AI digunakan dalam proses pembuatannya.
Informasi tersebut kemudian dapat menentukan label yang tampil langsung pada iklan.
Namun, Google tidak akan secara aktif memeriksa kebenaran setiap keterangan yang disampaikan pengiklan.
“Pengiklan bertanggung jawab memberi label pada iklan secara akurat dan mematuhi hukum setempat,” kata seorang juru bicara Google kepada CNET.
Di negara atau wilayah yang mewajibkan penandaan konten buatan AI, iklan dapat diberi label sesuai ketentuan yang berlaku.
Fitur baru ini melanjutkan langkah Google dalam memperjelas penggunaan AI pada konten digital.
Pada Mei, perusahaan memperkenalkan SynthID, tanda air digital tak terlihat yang membantu mengenali konten buatan AI.
SynthID menjadi salah satu perangkat transparansi AI dalam ekosistem teknologi Google, termasuk Gemini.


