Selular.ID – PT Solusi Sinergi Digital Tbk (SURGE) dan FiberHome memperluas kerja sama strategis untuk memperkuat infrastruktur digital Indonesia melalui pengembangan jaringan 5G Fixed Wireless Access (FWA), Fiber-to-the-Home (FTTH), serta backbone telekomunikasi nasional.
Kesepakatan tersebut ditandatangani dalam ajang Mobile World Congress (MWC) Shanghai 2026 di China pada 24 Juni 2026.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya kedua perusahaan dalam menjawab meningkatnya kebutuhan konektivitas di Indonesia yang didorong oleh pertumbuhan layanan digital, komputasi awan, kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT).
Hingga berbagai aplikasi berbasis data yang membutuhkan jaringan berkapasitas besar dan andal.
Dalam ruang lingkup kerja sama terbaru tersebut, SURGE dan FiberHome menargetkan pembangunan hingga 3.000 site 5G Fixed Wireless Access (FWA).
penyediaan hingga 1,6 juta perangkat pelanggan atau Customer Premises Equipment (CPE).
Pembangunan jaringan FTTH sekitar 300.000 homepass, serta penguatan infrastruktur backbone dan metro optical menggunakan teknologi DWDM, MPLS, dan OSP.
Shannedy Ong, Direktur PT Solusi Sinergi Digital Tbk mengatakan bahwa pemerataan akses digital membutuhkan investasi jangka panjang dan kolaborasi yang kuat antara penyedia infrastruktur serta mitra teknologi.
Dikatakan Shannedy Ong, Indonesia membutuhkan fondasi digital yang mampu tumbuh seiring perkembangan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha.
“Melalui penguatan kerja sama dengan FiberHome, kami ingin memperluas akses broadband yang berkualitas sekaligus mempercepat tersedianya infrastruktur yang dapat mendukung transformasi ekonomi digital secara lebih merata,” ujar Shannedy Ong.
Kerja sama yang diperluas ini mencerminkan tren pembangunan jaringan telekomunikasi yang kini tidak hanya berfokus pada akses internet bagi konsumen, tetapi juga mendukung berbagai kebutuhan industri dan layanan publik.
Teknologi 5G FWA misalnya, menjadi salah satu solusi yang banyak digunakan untuk menghadirkan layanan broadband berkecepatan tinggi tanpa harus mengandalkan jaringan kabel hingga ke lokasi pelanggan.
Sementara itu, pembangunan FTTH tetap menjadi komponen penting dalam memperluas akses internet berbasis serat optik ke kawasan perumahan dan bisnis.
Jaringan fiber optik dikenal mampu menyediakan kapasitas data yang lebih besar serta latensi yang lebih rendah untuk mendukung kebutuhan digital yang terus meningkat.
Selain memperluas jaringan akses, kedua perusahaan juga akan memperkuat backbone telekomunikasi nasional. Infrastruktur backbone berfungsi sebagai jalur utama lalu lintas data yang menghubungkan berbagai wilayah dan pusat data di Indonesia.
Penguatan jaringan backbone menjadi penting seiring meningkatnya konsumsi data, adopsi layanan cloud, serta berkembangnya aplikasi berbasis AI yang membutuhkan kapasitas jaringan lebih besar.
Teknologi DWDM atau Dense Wavelength Division Multiplexing yang digunakan dalam proyek ini memungkinkan pengiriman data dalam jumlah besar melalui satu jalur serat optik.
Sementara MPLS atau Multiprotocol Label Switching membantu meningkatkan efisiensi dan kualitas pengiriman data di jaringan telekomunikasi modern.
Chief Executive Officer FiberHome Indonesia, Jason Lin, mengatakan bahwa pembangunan jaringan generasi berikutnya membutuhkan integrasi antara berbagai teknologi akses dan transport agar mampu mendukung perkembangan layanan digital di masa depan.
“Konektivitas masa depan tidak hanya ditentukan oleh kecepatan akses, tetapi juga oleh kemampuan jaringan dalam mendukung berbagai layanan digital baru. Melalui kolaborasi ini, kami berharap dapat menghadirkan teknologi dan inovasi yang membantu memperkuat kesiapan infrastruktur Indonesia dalam menghadapi kebutuhan digital yang terus berkembang,” kata Jason Lin.
Tidak hanya berfokus pada infrastruktur telekomunikasi, kerja sama ini juga membuka peluang pengembangan teknologi masa depan lainnya.
Kedua perusahaan menjajaki proyek centralized solar photovoltaic sebagai bagian dari upaya mendukung infrastruktur yang lebih berkelanjutan, serta pengembangan sistem komunikasi bergerak generasi berikutnya untuk sektor transportasi modern.
Langkah tersebut hadir di tengah percepatan transformasi digital nasional yang terus berlangsung.
Pemerintah dan pelaku industri saat ini mendorong peningkatan kualitas konektivitas sebagai fondasi utama pengembangan ekonomi digital, termasuk untuk mendukung sektor manufaktur, pendidikan, kesehatan, transportasi, hingga layanan publik berbasis digital.
Melalui pengembangan 5G FWA, FTTH, dan backbone telekomunikasi nasional, SURGE dan FiberHome menargetkan terciptanya infrastruktur digital yang lebih luas, efisien, dan siap menghadapi lonjakan kebutuhan data pada masa mendatang.
Baca Juga:Surge Klaim Internet Rakyat Tersebar di 82 Kota dan Kabupaten
Penguatan fondasi jaringan ini diharapkan turut mendukung peningkatan daya saing Indonesia di tengah pertumbuhan ekonomi digital yang semakin bergantung pada konektivitas berkecepatan tinggi dan andal.



