Selular.ID – Pintu memperluas pilihan investasi aset crypto di Indonesia dengan menghadirkan 48 aset tertokenisasi atau tokenized assets di platformnya.
Langkah ini dilakukan di tengah pertumbuhan pasar tokenisasi aset global yang menurut data RWA.xyz telah mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$32,18 miliar atau sekitar Rp563 triliun per 12 Mei 2026.
Perusahaan menyebut peningkatan minat investor terhadap tokenisasi aset turut tercermin dari aktivitas perdagangan di aplikasi Pintu.
Iskandar Mohammad, Head of Product Marketing Pintu, mengatakan transaksi tokenized asset di platform tersebut menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang April 2026.
“Pada April 2026, jumlah pengguna secara kumulatif meningkat 9,49% dibandingkan Maret 2026, dengan rata-rata transaksi per pengguna mengalami pertumbuhan hingga 87,32%,” ujar Iskandar.
Menurut Iskandar, lima aset tertokenisasi yang paling aktif diperdagangkan di Pintu selama April 2026 adalah iShares Silver Trust (SLVON), Apple (AAPLX), Palantir Technologies (PLTRON), Tesla (TSLAX), dan Alibaba Group (BABAON).
Tokenisasi aset merupakan proses representasi aset dunia nyata dalam bentuk token digital berbasis blockchain.
Model ini memungkinkan investor mendapatkan eksposur terhadap berbagai instrumen investasi global melalui ekosistem crypto tanpa harus membeli aset aslinya secara langsung.
Di pasar global, pertumbuhan tokenisasi aset terus mendapat perhatian pelaku industri keuangan dan regulator karena dinilai membuka akses investasi yang lebih luas.
Berdasarkan data RWA.xyz, kapitalisasi pasar tokenisasi aset global dalam 30 hari terakhir meningkat 5,38%.
Sementara di Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan turut membuka ruang pengembangan teknologi blockchain dan kriptografi, termasuk tokenisasi aset, sebagai bagian dari inovasi sektor keuangan digital.
Teknologi tersebut dinilai memungkinkan akses investasi dengan nominal yang lebih terjangkau bagi masyarakat.
Iskandar menjelaskan, 48 aset tertokenisasi yang tersedia di Pintu mencakup berbagai sektor industri global seperti teknologi, kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), semikonduktor, layanan keuangan, kesehatan, energi, telekomunikasi, hingga instrumen investasi seperti ETF dan emas digital.
Beberapa perusahaan global yang asetnya tersedia dalam bentuk token di platform tersebut antara lain Apple, Alphabet, Meta Platforms, Tesla, NVIDIA, Microsoft, Amazon, dan JPMorgan Chase & Co.
Selain saham perusahaan teknologi, tersedia pula instrumen yang memberikan eksposur terhadap obligasi pemerintah Amerika Serikat, precious metals, aerospace & defense, hingga ETF global.
Pintu menilai diversifikasi aset menjadi salah satu faktor penting bagi investor crypto yang ingin memperluas portofolio investasi lintas sektor dan lintas negara.
Melalui tokenisasi aset, investor dapat mengakses berbagai instrumen investasi global dengan fleksibilitas transaksi berbasis blockchain yang tersedia selama 24 jam.
“Tokenisasi aset memungkinkan investor crypto untuk membangun portofolio investasi global yang terdiversifikasi melalui ekosistem crypto, sekaligus menghadirkan pengalaman investasi yang lebih fleksibel, transparan, dan dapat diakses 24/7,” kata Iskandar.
Meski demikian, perusahaan tetap mengingatkan investor untuk memahami karakteristik produk, melakukan riset mandiri, serta menerapkan manajemen risiko sebelum berinvestasi di aset crypto maupun tokenisasi aset.
Baca Juga:PIntu Gandeng OJK dan Unpad Dorong Literasi Keuangan Mahasiswa
Pendekatan tersebut dinilai penting agar keputusan investasi tetap sesuai dengan tujuan finansial jangka panjang di tengah dinamika pasar aset digital global.




