Selular.ID -

Ini Dia Gelang Fitness Tanpa Layar dari Google: Fitbit Air

BACA JUGA

Selular.ID – Google resmi memperkenalkan Fitbit Air, perangkat fitness tracker tanpa layar pertama dari lini Fitbit yang dirancang untuk pemantauan kesehatan sepanjang hari dengan desain minimalis.

Produk ini diumumkan pada 7 Mei 2026 dan menjadi langkah baru Google memasuki pasar wearable screenless yang sebelumnya didominasi perangkat seperti Whoop dan Oura.

Fitbit Air hadir dengan pendekatan berbeda dibanding smartwatch atau fitness tracker konvensional. Perangkat ini tidak memiliki layar, tombol fisik, maupun fitur notifikasi seperti jam pintar pada umumnya.

Seluruh data kesehatan dan kebugaran pengguna dipantau melalui sensor internal dan ditampilkan lewat aplikasi baru Google Health di smartphone.

Google memosisikan Fitbit Air sebagai wearable yang fokus pada pelacakan kesehatan pasif atau passive health tracking.

Strategi ini menyasar pengguna yang menginginkan perangkat pemantauan kesehatan tanpa distraksi layar dan notifikasi sepanjang hari.

Tonton juga:
Video Rekomendasi Untuk Anda

 

Dalam pengumuman resminya, Google menyebut Fitbit Air sebagai perangkat Fitbit terkecil dan paling ringan yang pernah dibuat.

Bobotnya sekitar 12 gram dengan desain berbentuk oval kecil yang dapat dipasang pada berbagai jenis strap.

Perangkat ini juga diklaim 25 persen lebih kecil dibanding Fitbit Luxe dan 50 persen lebih ringkas dari Inspire 3.

Fitbit Air dibekali sejumlah sensor kesehatan, termasuk optical heart rate monitor untuk pemantauan detak jantung 24 jam, sensor oksigen darah (SpO2), sensor suhu kulit, accelerometer, serta gyroscope untuk mendeteksi aktivitas fisik dan pola tidur pengguna.

Google juga menyematkan fitur pemantauan heart rate variability (HRV), notifikasi irama jantung tidak teratur atau AFib, analisis tidur, serta pelacakan stres dan pemulihan tubuh.

Seluruh data tersebut akan diintegrasikan ke aplikasi Google Health yang menjadi platform baru pengganti aplikasi Fitbit sebelumnya.

 

Melalui aplikasi tersebut, Google turut menghadirkan AI-powered Health Coach berbasis Gemini AI yang dapat memberikan insight kesehatan dan rekomendasi aktivitas berdasarkan data pengguna.

Fitur premium ini tersedia melalui layanan berlangganan Google Health Premium dengan biaya sekitar 10 dolar AS per bulan atau 100 dolar AS per tahun.

Pengguna Fitbit Air akan memperoleh akses gratis selama tiga bulan pertama.

Google menyebut desain tanpa layar sengaja dipilih agar pengguna dapat tetap fokus pada aktivitas sehari-hari tanpa terganggu notifikasi digital.

Pendekatan ini sekaligus mencerminkan tren baru di industri wearable yang mulai mengarah pada perangkat kesehatan berbentuk minimalis dengan pengalaman penggunaan “set and forget”.

Fitbit Air mendukung penggunaan lintas platform Android dan iOS, serta dapat digunakan bersamaan dengan perangkat wearable lain seperti Pixel Watch. Perangkat ini menawarkan daya tahan baterai hingga tujuh hari dan memiliki sertifikasi tahan air hingga 5 ATM.

 

Google membuka pre-order Fitbit Air mulai 7 Mei 2026 dengan harga 99,99 dolar AS. Produk tersebut dijadwalkan mulai tersedia secara global pada 26 Mei 2026.

Peluncuran Fitbit Air menandai perubahan strategi Google di pasar wearable sejak mengakuisisi Fitbit pada 2021.

Jika sebelumnya lini Fitbit lebih dikenal melalui fitness tracker berlayar seperti Charge dan Inspire, kini Google mulai mendorong kategori wearable berbasis sensor kesehatan yang lebih sederhana dan fokus pada analisis data kesehatan jangka panjang.

Tren perangkat wearable tanpa layar sendiri terus berkembang dalam dua tahun terakhir.

Produk seperti Whoop dan Oura mendapat perhatian pasar karena menawarkan pemantauan biometrik yang lebih nyaman dipakai sepanjang hari, termasuk saat tidur dan olahraga.

Menurut laporan Wall Street Journal, penjualan fitness tracker di Amerika Serikat meningkat 88 persen dari 2024 ke 2025, sementara pembelian smart ring naik hingga 195 persen.

Masuknya Google ke segmen screenless wearable memperlihatkan meningkatnya persaingan di pasar perangkat kesehatan digital.

Selain fokus pada hardware, persaingan kini juga bergeser ke layanan AI, analitik kesehatan, serta integrasi data lintas perangkat dan platform kesehatan digital.

Baca Juga: Waspada! Fitbit dan Strava Mungkin Melacak Lebih Dari Lari

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU