Selular.ID – Ezviz melihat pasar perangkat smart home di Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan positif, terutama untuk kategori CCTV dan smart lock.
Oktavia Mega Wati, Marketing Manager Ezviz Indonesia mengatakan, pertumbuhan pasar perangkat keamanan rumah pintar menjadi salah satu alasan Ezviz mulai memperluas portofolio produk dan tidak hanya berfokus pada lini kamera pengawas atau CCTV.
Ezviz melihat kebutuhan perangkat smart home di Indonesia terus meningkat seiring berkembangnya penggunaan perangkat digital dan ekosistem rumah pintar.
Oktavia menjelaskan bahwa Ezviz memantau perkembangan pasar secara keseluruhan, bukan hanya berdasarkan performa internal perusahaan.
Ia menilai tren pertumbuhan smart home di Indonesia masih bergerak positif dari tahun ke tahun, meski perusahaan belum mengungkap angka pertumbuhan spesifik untuk industri tersebut.
“Kita melihat market secara overall memang terus bertumbuh. Karena itu akhirnya kita tidak hanya fokus di CCTV, tetapi juga mengembangkan lini produk lain,” ujar Oktavia, kepada Selular, di Jakarta, (26/05/26).
Meski demikian, Ezviz mengakui bahwa pasar CCTV masih menjadi kontributor terbesar di segmen perangkat keamanan rumah pintar.
Untuk kategori smart lock, perusahaan menyebut tingkat penetrasinya di Indonesia masih dalam tahap perkembangan sehingga adopsinya belum sebesar CCTV.
Menurut Oktavia, kondisi tersebut membuat dominasi penjualan perangkat keamanan Ezviz saat ini masih berasal dari lini CCTV.
Sementara pasar smart lock dinilai masih membutuhkan edukasi dan pengembangan ekosistem agar dapat diterima lebih luas oleh konsumen Indonesia.
Ia mengatakan Ezviz saat ini masih dalam tahap membangun pasar smart lock sambil melihat potensi pertumbuhan yang terus berkembang.
Perusahaan juga belum ingin mengklaim posisi tertentu di segmen tersebut karena pasar dinilai masih relatif baru dibanding kategori kamera pengawas.
“Untuk smart lock sendiri pasarnya masih berkembang. Jadi kita juga masih merintis karena melihat market smart lock ini makin besar,” kata Oktavia.
Dalam beberapa tahun terakhir, pasar smart home di Indonesia memang mulai bergerak ke arah integrasi perangkat yang lebih terhubung.
Konsumen tidak lagi hanya mencari perangkat keamanan terpisah, tetapi juga sistem yang dapat dikendalikan melalui satu aplikasi untuk mendukung kenyamanan dan keamanan rumah.
Tren tersebut turut mendorong vendor teknologi memperluas lini produk dari kamera keamanan ke perangkat smart entry, sensor pintar, hingga smart lock berbasis biometrik.
Teknologi seperti face recognition dan palm vein recognition mulai diperkenalkan untuk meningkatkan keamanan akses rumah sekaligus memberikan pengalaman penggunaan yang lebih praktis.
Ezviz sendiri sebelumnya memperkenalkan kampanye #SmartEZICombo yang mengintegrasikan smart lock, smart entry, dan kamera keamanan dalam satu ekosistem.
Strategi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat posisi di pasar smart home Indonesia yang dinilai semakin kompetitif.
Selain mengembangkan perangkat keamanan rumah, Ezviz juga mulai memperluas kategori produk untuk menjangkau kebutuhan pengguna di area dengan keterbatasan jaringan internet, termasuk melalui lini kamera berbasis 4G.
Pendekatan tersebut dinilai relevan dengan kondisi pasar Indonesia yang memiliki karakteristik wilayah dan infrastruktur jaringan yang beragam.
Secara global, Ezviz telah beroperasi di lebih dari 130 negara dengan jutaan perangkat yang terhubung dalam ekosistem smart home mereka.
Di Indonesia, perusahaan mulai aktif sejak 2017 dan terus memperluas jaringan distribusi melalui e-commerce maupun toko elektronik resmi.
Baca Juga:Ezviz Buka Toko di Surabaya, Antisipasi Lonjakan Permintaan CCTV
Melihat pertumbuhan kebutuhan perangkat keamanan rumah dan smart living, Ezviz menilai pasar Indonesia masih memiliki ruang ekspansi yang besar, terutama untuk kategori smart lock dan perangkat keamanan rumah berbasis integrasi digital.




