Selular.ID – Biznet menegaskan pentingnya edukasi kepada masyarakat dalam memilih layanan internet, tidak hanya berfokus pada harga, tetapi juga memahami infrastruktur dan kualitas pengalaman penggunaan, terutama di tengah pertumbuhan kebutuhan konektivitas di Indonesia.
Menurut Adrianto Sulistyo, Senior Manager Marketing, banyak pengguna masih melihat layanan internet sebatas angka kecepatan dan harga, seperti paket 100 Mbps dengan tarif tertentu, tanpa memahami faktor teknis di baliknya.
Ia menjelaskan bahwa perbedaan harga layanan internet sangat dipengaruhi oleh jenis infrastruktur yang digunakan, seperti fiber optic atau wireless, yang memiliki karakteristik performa berbeda.
“Kalau di internal IT, orang bisa melihat detail perbedaan layanan. Tapi bagi masyarakat umum, ini tidak selalu terlihat. Karena itu, edukasi menjadi penting agar pengguna bisa memahami apa yang mereka bayar,” ujar Adrianto, dalam Bincang Eksekutif, di Jakarta, (04/05/26).
Menurutnya, pemahaman terhadap pengalaman penggunaan atau user experience menjadi aspek krusial dalam memilih layanan internet.
Kecepatan nominal yang sama tidak selalu menghasilkan performa yang setara, karena dipengaruhi stabilitas jaringan, latensi, serta kapasitas infrastruktur yang digunakan oleh penyedia layanan.
Biznet melihat bahwa edukasi ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan digital seperti streaming, gaming, hingga aktivitas produktivitas berbasis cloud.
Dalam konteks tersebut, kualitas koneksi menjadi faktor utama yang menentukan kenyamanan pengguna.
Di sisi lain, Adrianto menilai bahwa dinamika industri tidak lagi semata ditentukan oleh perang tarif antar penyedia layanan internet.
Ia menyebut bahwa kompetisi harga tidak memberikan dampak signifikan terhadap keputusan konsumen dalam jangka panjang, terutama ketika pengguna mulai memahami nilai dari kualitas layanan.
“Perang tarif tidak terlalu berpengaruh. Masyarakat akan semakin pintar menilai mana layanan yang benar-benar worth it,” jelasnya.
Biznet juga menyoroti potensi pertumbuhan di kota-kota tier 2 dan tier 3 sebagai fokus ekspansi layanan. Di wilayah ini, kebutuhan akan konektivitas berkualitas terus meningkat seiring dengan adopsi digital yang semakin luas.
Adrianto menyebut bahwa pendekatan edukasi menjadi penting untuk membangun pemahaman masyarakat di daerah terhadap layanan internet yang sesuai kebutuhan mereka.
Dalam praktiknya, Biznet menawarkan layanan berbasis fiber optic, yang dikenal memiliki keunggulan dalam hal stabilitas dan kecepatan dibandingkan teknologi nirkabel.
Di Pulau Jawa, perusahaan bahkan menyediakan paket dengan kecepatan minimal 100 Mbps dengan harga di kisaran ratusan ribu rupiah, sebagai bagian dari upaya menghadirkan konektivitas yang kompetitif sekaligus berkualitas.
Penggunaan fiber optic sendiri merujuk pada teknologi transmisi data menggunakan serat optik, yang mampu mengirimkan data dalam bentuk cahaya dengan kecepatan tinggi dan gangguan minimal.
Teknologi ini menjadi standar utama dalam pengembangan jaringan broadband modern, terutama untuk kebutuhan rumah tangga dan bisnis.
Baca Juga:Biznet Perkuat Infrastruktur dan Gelar Festival Digital di Surabaya
Dengan meningkatnya pemahaman pengguna, pasar diharapkan bergerak ke arah yang lebih matang, dengan fokus pada kualitas layanan dan kebutuhan aktual, bukan hanya pertimbangan tarif semata.




