Selular.ID –Â Sejumlah vendor smartphone yang masuk ke Indonesia memiliki strategi tersendiri untuk memasarkan produknya di tanah air.
Vendor seperti Xiaomi, Samsung, Oppo, Vivo hingga smartphone di bawah naungan Transsion yakni Infinix sudah sangat familiar di masyarakat Indonesia.
Hal tersebut yang membuat Xiaomi, Samsung, Transsion, Oppo hingga Vivo menurut laporan dari beberapa analis menjadi lima besar produk smartphone paling laris di Indonesia.
Tetapi, vendor smartphone tidak hanya mereka yang beredar di Indonesia.
Pasalnya masih banyak vendor handphone di luar lima besar merek tersebut yang ada di tanah air dan menjadi penantang serius untuk masuk dalam peringkat lima teratas.
Sebut saja Realme, Nubia, Sharp, Motorola, Huawei, Honor, Nothing, hingga produk Amerika Serikat, iPhone.
Produk-produk di luar lima besar ini, bisa saja menyundul untuk masuk ke papan atas pada tahun 2026 ini.
Baca juga:
- Nubia Z80 Ultra Disebut Smartphone Pertama dengan Integrasi Native OpenClaw AI
- Sharp: Smartphone Strategi Jangka Panjang di Indonesia
Sharp misalnya, produk asal Jepang ini kembali menunjukkan konsistensinya di pasar smartphone Indonesia dengan strategi yang lebih agresif.
Hal tersebut ditunjukan dengan berfokus pada perangkat premium dan menengah ke atas, bukan HP Android murah.
Sharp mencoba membedakan diri dengan menghadirkan “desain khas Jepang” (clean design), build quality yang tangguh, dan performa layar/kamera yang unggul.
Sharp memboyong lini flagship seperti AQUOS R9 Pro dan R9 yang masuk ke Indonesia dengan kamera hasil kolaborasi bersama Leica.
Menurut Ardy, Smartphone Product Marketing Head Division PT Sharp Electronics Indonesia, menambahkan nilai lebih AQUOS terletak pada kombinasi performa, ketahanan, kenyamanan dan teknologi display serta kamera yang presisi.
“Kami tidak sekadar menawarkan spesifikasi tinggi, tetapi pengalaman penggunaan yang konsisten, aman, dan bernilai dalam jangka panjang,” ungkapnya.
Sharp memanfaatkan kerja sama dengan Leica untuk menonjolkan kualitas fotografi, mirip dengan strategi kompetitor lain di Indonesia.
Ardy menambahkan, semua produk yang dipasarkan di Indonesia ini semuanya juga laris manis di Jepang dan teknologinya tidak kalah dari produk lainnya.
Membuat Komunitas
Tidak hanya Sharp, pesaing serius untuk masuk dalam lima besar pasar smartphone tanah air tentu saja ada Nubia Indonesia menorehkan kinerja gemilang sepanjang 2025.
Brand smartphone asal China yang berada di bawah naungan ZTE Corporation ini mencatatkan pertumbuhan bisnis hingga 158% dibandingkan tahun 2024.
Lonjakan tersebut dipicu oleh tingginya permintaan pasar, strategi distribusi agresif, serta performa penjualan Nubia Neo 3 Series yang melejit.
Pencapaian itu disampaikan langsung oleh Maya Arneldi, PR & Brand Manager Nubia Indonesia di awal tahun 2026 ini.
Maya menjelaskan, kesuksesan Nubia di Indonesia tidak terlepas dari kekuatan global ZTE Corporation.
Saat ini ZTE beroperasi di lebih dari 160 negara dan wilayah serta menjangkau lebih dari 2 miliar pengguna di seluruh dunia.
ZTE juga berhasil mempertahankan posisi nomor satu global selama lima tahun berturut-turut untuk kategori 5G MWA dan Mobile Broadband.
Sementara itu, lini gaming RedMagic konsisten menjadi brand smartphone gaming nomor satu di dunia.
“Inovasi adalah inti dari pertumbuhan kami. ZTE memiliki lebih dari 33.000 karyawan, dengan hampir setengahnya di bidang R&D,” ujar Maya saat acara media gathering di Jakarta, Kamis (29/1/2026).
Di pasar lokal, Nubia mencatatkan kenaikan kinerja 158% sepanjang 2025.
Kontributor terbesar datang dari Nubia Neo 3 Series yang mengalami lonjakan penjualan hingga 312% dibandingkan generasi sebelumnya.
Keberhasilan ini memperkuat positioning Nubia sebagai salah satu pemain utama di pasar smartphone gaming entry–mid range.
Kinerja Nubia juga mendapat pengakuan dari industri, termasuk penghargaan dari MURI serta berbagai apresiasi media.
Di ranah e-commerce, Nubia berhasil menjadi Top 2 GMP Contributor pada kampanye Ramadan dan Top 3 Quantity Contributor pada event Double Eleven di TikTok Shop by Tokopedia.
Dari sisi distribusi, Nubia telah mengaktifkan lebih dari 100 site activation serta memiliki lebih dari 2.800 toko aktif di seluruh Indonesia.
Nubia juga meresmikan Experience Zone pertama di WTC Surabaya, memungkinkan konsumen merasakan langsung performa produk sebelum membeli.
Komunitas menjadi pilar penting, dengan lebih dari 300 Nubia Fans aktif dalam berbagai kegiatan offline.
Menjadi sponsor 53rd Artistic Gymnastics World Championship di Jakarta
- Berkolaborasi dengan Springfire World Series
- Menggelar Nubia Neo Nation di 13 kota
- Bekerja sama dengan Telkom University dan ITS
- Menjadi brand smartphone pertama yang meluncur di Roblox lewat Nubia Land
Maya menegaskan Nubia akan terus memperkuat ekosistem gaming di Indonesia melalui inovasi produk, kolaborasi komunitas, dan strategi digital yang lebih agresif.
“2025 menjadi fondasi kuat bagi kami untuk melangkah lebih jauh di tahun-tahun berikutnya,” pungkasnya.



