Selular.ID – Dugaan kebocoran data kembali terjadi di Indonesia.
Kali ini, database penduduk Bandung dilaporkan bocor dan beredar di internet dengan jumlah mencapai lebih dari satu juta data individu.
Informasi tersebut diungkap oleh Vecert Analyzer melalui akun mereka di platform X pada 26 Maret 2026.
Dalam unggahannya mereka menyebut telah mendeteksi eksfiltrasi database besar yang diduga berasal dari catatan kependudukan resmi.
Vecert Analyzer menyatakan aktor ancaman yang menggunakan nama “Petrusnism” telah merilis data tersebut secara publik.
Database itu diklaim berisi informasi pribadi detail milik lebih dari satu juta warga.
Baca juga:
- OpenAI Akui Kebocoran Data dari Mixpanel, Ini Dampaknya
- Xiaomi Water Guard 2 Resmi Dirilis, Deteksi Kebocoran Air Lebih Cerdas
“Kami mendeteksi kebocoran data besar yang berdampak pada Kota Bandung, Indonesia. Aktor ancaman bernama “petrusnism” merilis sebuah database yang berisi informasi pribadi rinci lebih dari satu juta warga, yang diduga diambil dari catatan resmi kependudukan,” tulis akun @VECERTRadar, yang Selular kutip, Selasa (7/4/2026).
Kebocoran disebut terjadi pada Maret 2026 dan kemungkinan merupakan insiden yang masih baru.
Volume data yang bocor mencapai lebih dari 1.000.000 baris atau catatan individu.


