Selular.ID -

Jurus Bagi Vendor Smartphone Challenger Untuk Masuk Lima Besar

BACA JUGA

Selular.ID – Di tahun 2025 lalu, vendor smartphone Xiaomi, Transsion yang membawahi Infinix, Tecno dan Itel, serta Samsung begitu mendominasi pasar handphone (hp) di Indonesia.

Pengamat gadget dan teknologi, Aryo Meidianto menyebut ada sejumlah kunci yang Xiaomi, Transsion hingga Samsung lakukan sehingga membuat mereka berjaya.

Kunci-kunci tersebut tentu saja bisa diadopsi para vendor smartphone penantang atau challenger yang pada tahun 2025 lalu tidak masuk ke daftar lima besar.

Seperti Selular beritakan sebelumnya, posisi lima besar di pasar smartphone Indonesia dikuasai oleh Xiaomi pada peringkat pertama.

Transsion berada di posisi kedua, disusul Samsung, kemudian Oppo dan Vivo di posisi keempat dan kelima.

Vendor-vendor lain seperti Nubia, Sharp, Realme, Honor, Motorola, Huawei hingga iPhone masih menjadi penantang untuk masuk ke posisi lima besar.

Aryo menjelaskan para penguasa smartphone di Indonesia itu adalah vendor yang menguasai pasar di kelas bawah alias low end dan pasar menengah atau middle end.

“Hal ini karena dua segmen ini, baik low end dan middle end ini pasar dengan volume terbesar di Indonesia,” ujar Aryo.

Aryo menambahkan berbeda untuk kelas flagship yang memang pasarnya tidak besar tetapi perlu strategi tersendiri.

Baca juga:

“Untuk pasar flagship ini biasanya pertarungannya masih di kota-kota besar, namun jika mampu masuk dan memenangkan di kota-kota kecil maka itu menjadi peluang,” ungkap Aryo.

Tetapi tantangan untuk penjualan flagship ini tentunya ada dalam strategi pendekatan ke para konsumennya.

“Pendekatan di kota besar tentu akan berbeda dibanding kota-kota kecil yang caranya tentu akan lebih sulit karena dengan cara yang tradisional untuk mendekatkan produk ke masyarakat,” jelasnya.

Dengan strategi tersebut, tidak menutup kemungkinan akan ada perubahan posisi lima besar di pasar smartphone Indonesia.

“Untuk peringkat satu hingga tiga saya rasa mungkin masih dikuasai nama-nama lama karena memang portofolio untuk segmen low end dan middle end sudah teruji,” katanya.

“Yang menjadi tantangan ini posisi keempat dan kelima yang kemungkinan bisa ada perubahan jika para vendor smartphone challenger ini punya strategi jitu,” tandas Aryo.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU