Wednesday, 11 March 2026
Selular.ID -

Setelah Hampir 40 Tahun, Kabel Internet Transatlantik Ditarik dari Dasar Samudra

BACA JUGA

Selular.ID – TAT-8, kabel komunikasi serat optik pertama yang melintasi Samudra Atlantik, kini mulai diangkat dari dasar laut setelah hampir empat dekade sejak pertama kali dioperasikan pada 1988.

Proses pengangkatan kabel bersejarah ini dilakukan oleh perusahaan spesialis pemulihan kabel laut Subsea Environmental Services menggunakan kapal khusus MV Maasvliet, sebagai bagian dari proyek daur ulang infrastruktur telekomunikasi lama.

Kabel TAT-8 dibangun oleh konsorsium perusahaan telekomunikasi global yang melibatkan AT&T, British Telecom, dan France Télécom.

Sistem ini mulai beroperasi pada 14 Desember 1988 dan menghubungkan tiga titik utama di Atlantik, yaitu Amerika Serikat, Inggris, dan Prancis.

Infrastruktur tersebut menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya komunikasi antar-benua menggunakan teknologi serat optik, menggantikan kabel tembaga yang sebelumnya digunakan pada jaringan telekomunikasi bawah laut.

Kabel tersebut berhenti beroperasi pada 2002 setelah mengalami kerusakan yang dinilai terlalu mahal untuk diperbaiki.

Sejak saat itu, TAT-8 tetap berada di dasar laut selama lebih dari dua dekade sebelum akhirnya diputuskan untuk diangkat dan didaur ulang sebagai bagian dari pengelolaan infrastruktur kabel yang sudah tidak aktif.

 

TAT-8 merupakan sistem kabel transatlantik kedelapan dalam seri Trans-Atlantic Telephone (TAT). Meski bukan yang pertama melintasi Atlantik, kabel ini menjadi pionir karena menggunakan serat optik untuk mentransmisikan sinyal berbasis cahaya.

Teknologi tersebut memungkinkan kapasitas transmisi data jauh lebih besar dibanding kabel tembaga.

Sistem ini mampu menangani sekitar 40.000 sambungan telepon secara bersamaan dengan kecepatan transmisi sekitar 280 megabit per detik pada masanya.

 

Secara teknis, kabel ini membentang sepanjang hampir 6.000 kilometer di dasar Samudra Atlantik.

Infrastruktur tersebut dilengkapi lebih dari seratus repeater atau penguat sinyal optoelektronik yang ditempatkan secara berkala di sepanjang jalur kabel.

Perangkat tersebut berfungsi memperkuat sinyal cahaya agar tetap dapat menjangkau jarak antarbenua tanpa kehilangan kualitas transmisi.

Ketika pertama kali diluncurkan, kapasitas TAT-8 diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan komunikasi internasional selama bertahun-tahun.

Namun pertumbuhan trafik komunikasi global terjadi jauh lebih cepat dari perkiraan.

Kapasitas sistem ini bahkan sudah penuh hanya dalam waktu sekitar 18 bulan setelah mulai beroperasi, sekaligus membuktikan potensi teknologi serat optik sebagai fondasi jaringan telekomunikasi global modern.

 

Keberhasilan TAT-8 kemudian menjadi dasar pengembangan ribuan kabel bawah laut yang kini menjadi tulang punggung internet global.

Saat ini, jaringan kabel serat optik bawah laut menghubungkan hampir seluruh benua dan mengangkut sebagian besar trafik internet internasional.

Proses pengangkatan kabel TAT-8 dilakukan menggunakan teknik khusus. Awak kapal menurunkan alat pengait ke dasar laut untuk menangkap kabel sesuai jalur yang tercatat dalam peta instalasi historis.

Setelah berhasil ditarik ke permukaan, kabel harus digulung secara manual di dek kapal karena struktur serat optik yang mengandung kaca sangat rentan rusak jika diproses dengan mesin.

Material dari kabel yang berhasil diangkat kemudian dipilah untuk proses daur ulang. Komponen seperti tembaga, baja, dan lapisan polietilena diproses kembali menjadi bahan baku industri.

Tembaga yang terdapat pada kabel memiliki nilai ekonomi tinggi karena kualitasnya yang baik dan panjangnya yang kontinu, sehingga dapat dimanfaatkan kembali dalam rantai pasokan industri logam.

Sebagian kabel yang telah diangkat dikirim melalui pelabuhan Leixões di Portugal sebelum diproses lebih lanjut di fasilitas daur ulang milik Mertech Marine di Afrika Selatan.

Di sana, komponen logam dan plastik dipisahkan dan diolah kembali untuk berbagai kebutuhan manufaktur.

Secara global, diperkirakan terdapat sekitar dua juta kilometer kabel bawah laut yang sudah tidak lagi digunakan namun masih berada di dasar laut.

Hanya sebagian kecil dari kabel tersebut yang diangkat kembali karena proses pemulihannya memerlukan teknologi khusus dan biaya operasional yang besar.

Pengangkatan TAT-8 menandai berakhirnya salah satu infrastruktur paling berpengaruh dalam sejarah telekomunikasi modern.

Teknologi yang diperkenalkan melalui kabel ini menjadi fondasi bagi jaringan serat optik global yang saat ini menopang konektivitas internet, komunikasi data, hingga layanan digital lintas benua.

Baca Juga: Telkom Catat Laba Rp5,8 T di Q1 2025, Layanan Internet Melaju Positif

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU