Selular.ID – Samsung Electronics resmi menghadirkan varian baru dari lini solid state drive (SSD) SATA andalannya melalui peluncuran Samsung 870 EVO berkapasitas 8TB pada akhir Maret 2026.
Produk ini ditujukan untuk pengguna yang membutuhkan kapasitas penyimpanan besar dengan performa stabil, baik untuk kebutuhan profesional maupun penggunaan tingkat lanjut.
Samsung 870 EVO sebelumnya dikenal sebagai salah satu SSD berbasis SATA yang banyak digunakan karena kombinasi antara performa, daya tahan, dan kompatibilitas luas.
Dengan kehadiran varian 8TB, Samsung memperluas opsi kapasitas untuk pengguna yang bekerja dengan data besar seperti konten kreator, editor video, hingga pengguna enterprise skala kecil.
Dalam spesifikasinya, Samsung 870 EVO 8TB tetap menggunakan antarmuka SATA III dengan kecepatan transfer maksimum hingga 560 MB/s untuk pembacaan (read) dan 530 MB/s untuk penulisan (write).
Kecepatan ini mendekati batas maksimum dari standar SATA III, yang secara teoritis memang memiliki limitasi bandwidth dibandingkan teknologi NVMe berbasis PCIe yang lebih baru.
Penggunaan antarmuka SATA membuat SSD ini tetap relevan untuk berbagai perangkat lama maupun sistem yang belum mendukung NVMe.
Hal ini menjadi salah satu faktor penting, mengingat banyak pengguna masih mengandalkan laptop atau PC dengan slot SATA 2,5 inci sebagai media penyimpanan utama atau sekunder.
Dari sisi teknologi, Samsung menyematkan V-NAND generasi terbaru pada SSD ini, yang merupakan teknologi memori flash milik Samsung dengan struktur vertikal untuk meningkatkan kepadatan dan efisiensi.
Selain itu, controller internal yang digunakan juga dioptimalkan untuk menjaga stabilitas performa dalam penggunaan jangka panjang.
Samsung 870 EVO 8TB juga mendukung fitur Intelligent TurboWrite, yaitu teknologi caching yang memanfaatkan buffer untuk meningkatkan kecepatan penulisan data dalam skenario tertentu.
Fitur ini memungkinkan proses transfer file besar berlangsung lebih cepat sebelum akhirnya disesuaikan dengan kecepatan standar NAND.
Untuk daya tahan, SSD ini dirancang dengan tingkat ketahanan tinggi yang diukur melalui parameter TBW (terabytes written), yakni jumlah total data yang dapat ditulis selama masa pakai perangkat.
Kapasitas besar pada varian 8TB secara langsung memberikan nilai TBW yang lebih tinggi, sehingga cocok untuk penggunaan intensif seperti editing video resolusi tinggi atau pengolahan data skala besar.
Samsung juga menyertakan dukungan perangkat lunak Samsung Magician, yang berfungsi untuk memantau kesehatan SSD, melakukan pembaruan firmware, serta mengoptimalkan performa perangkat.
Software ini menjadi bagian dari ekosistem Samsung dalam memberikan kontrol lebih kepada pengguna terhadap perangkat penyimpanan mereka.
Dari sisi harga, varian 8TB ini diposisikan di segmen premium dalam kategori SSD SATA, mengingat kapasitasnya yang besar dan target pengguna yang lebih spesifik.
Meski demikian, kehadiran produk ini memberikan alternatif bagi pengguna yang membutuhkan kapasitas besar tanpa harus beralih ke infrastruktur penyimpanan yang lebih kompleks.
Peluncuran Samsung 870 EVO 8TB juga mencerminkan bahwa pasar SSD SATA masih memiliki relevansi, terutama untuk kebutuhan upgrade perangkat lama atau sebagai solusi penyimpanan tambahan.
Di tengah perkembangan SSD NVMe yang semakin cepat, SATA tetap menjadi pilihan karena faktor kompatibilitas dan biaya implementasi yang lebih rendah.
Ke depan, Samsung diperkirakan akan terus mempertahankan lini SSD SATA bersamaan dengan pengembangan SSD NVMe, guna menjangkau berbagai segmen pengguna dengan kebutuhan yang berbeda.
Baca Juga:Samsung Mulai Garap Exynos 2800, Siapkan Otak Canggih untuk Galaxy S28
Strategi ini memungkinkan perusahaan tetap kompetitif di pasar penyimpanan data yang terus berkembang dengan tuntutan kapasitas dan performa yang semakin tinggi.




