Monday, 2 March 2026
Selular.ID -

Ketegangan AS–Iran Picu Gangguan Internet dan Ancaman Keamanan Siber

BACA JUGA

Selular.ID – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran tak hanya berdampak pada dinamika geopolitik di Timur Tengah, tetapi kini juga mulai memengaruhi konektivitas internet, akses digital, dan keamanan siber di Iran serta kawasan sekitarnya.

Sejumlah laporan media internasional dan lembaga pemantau internet independen mencatat bahwa pada 28 Februari 2026, akses internet di Iran nyaris lumpuh total, dengan tingkat konektivitas nasional dilaporkan hanya sekitar 4% dari kondisi normal.

Gangguan ini terjadi bertepatan dengan meningkatnya aktivitas militer dan tekanan keamanan yang melibatkan AS dan sekutunya.

Indikator lalu lintas data dari berbagai platform pemantauan jaringan menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Iran mengalami blackout internet signifikan pasca rangkaian operasi militer dan aktivitas digital yang menyertainya.

Kondisi tersebut memutus sejumlah layanan dasar, termasuk akses ke situs internasional serta komunikasi daring antara warga Iran dan dunia luar.

Fenomena ini bukan kali pertama terjadi. Awal tahun ini, Iran juga sempat mengalami pemadaman internet berskala luas yang dikaitkan dengan upaya meredam gelombang protes domestik.

Dalam peristiwa sebelumnya, keterbatasan akses internet mencapai tingkat ekstrem hingga seluruh jaringan terganggu selama beberapa pekan berturut-turut.

Serangan Siber Menyasar Infrastruktur Digital

Selain gangguan konektivitas, aktivitas serangan siber yang menargetkan layanan digital Iran dilaporkan meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir.

Laporan global menyebutkan bahwa sejumlah aplikasi dan situs populer di Iran menjadi sasaran serangan siber setelah operasi militer pada akhir Februari.

Beberapa platform yang digunakan secara luas oleh masyarakat dilaporkan sempat diretas dan menampilkan pesan tidak resmi, memicu kekhawatiran terkait keamanan dan integritas sistem digital.

Para peneliti keamanan siber menilai peristiwa ini sebagai bagian dari gelombang operasi siber yang berkorelasi dengan meningkatnya ketegangan militer di kawasan.

Meski belum ada konfirmasi resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab, pola waktu dan target serangan dinilai sejalan dengan perkembangan konflik regional.

Gangguan internet dan serangan siber tersebut tidak hanya memengaruhi komunikasi pribadi, tetapi juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi digital.

Layanan perbankan daring, transaksi elektronik, pemasaran digital, hingga akses ke platform ekonomi kreatif ikut terdampak akibat konektivitas yang tidak stabil.

Kondisi ini menunjukkan bahwa kerentanan infrastruktur digital dapat memicu efek domino terhadap aktivitas sosial dan ekonomi.

Sejumlah pengamat menilai pemadaman internet kerap digunakan sebagai alat kontrol di tengah ketegangan atau protes besar, namun konsekuensinya bisa jauh lebih luas, termasuk menurunnya kepercayaan publik terhadap teknologi digital serta memburuknya iklim investasi di sektor teknologi.

Di luar Iran, instabilitas digital ini juga mendorong negara lain dan perusahaan global untuk meningkatkan kesiapsiagaan keamanan siber.

Otoritas keamanan di Amerika Serikat dan sejumlah negara sekutu secara rutin mengeluarkan peringatan terkait potensi serangan siber lintas negara, terutama yang menyasar sektor kritikal seperti energi, pemerintahan, dan teknologi.

Sejak pertengahan 2025, berbagai peringatan preventif telah dirilis untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas siber sebelum dan sesudah konflik berskala besar.

Para pakar menekankan pentingnya penguatan ketahanan jaringan dan koordinasi internasional, mengingat serangan digital dapat dengan mudah menembus batas geografis dan memengaruhi layanan global.

Konflik Modern Kian Menyentuh Ranah Digital

Perkembangan terbaru antara AS dan Iran menegaskan bahwa ketegangan geopolitik modern kini semakin meluas ke ranah digital dan teknologi.

Gangguan internet berskala besar serta ancaman serangan siber menunjukkan bahwa infrastruktur digital telah menjadi elemen strategis, bukan sekadar pendukung aktivitas sosial dan ekonomi, dan karenanya membutuhkan perlindungan yang semakin serius.

Baca Juga: Perang Iran vs AS dan Israel Meletus, Pamerkan Teknologi Militer

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU